Logo

Kejagung Siapkan Aplikasi Laporan MBG, Warga Bisa Adukan Kualitas Makanan

Reporter:,Editor:

Kamis, 02 April 2026 09:45 UTC

Kejagung Siapkan Aplikasi Laporan MBG, Warga Bisa Adukan Kualitas Makanan

JAM Intel Kejagung, Reda Manthovani saat ditemui di Surabaya, Kamis, 2 April 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyiapkan sistem pelaporan berbasis aplikasi bagi masyarakat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat melaporkan kualitas makanan yang mereka terima, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap program strategis nasional tersebut.

“Oh ini memang ada temuan. Makanya kita datang ke sana dan bikin sistem untuk kita kasih kepada penerima manfaat untuk melaporkan apa saja produk-produk MBG yang tidak bagus kualitasnya,” kata Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen Kejagung RI, Reda Manthovani, Kamis, 2 April 2026.

BACA: Kejagung Temukan Persoalan Program MBG di Tuban, Intelijen Turun Lakukan Pengawasan

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat tidak hanya bisa menyampaikan keluhan, tetapi juga memberikan penilaian positif apabila kualitas makanan dinilai baik.

“Melaporkan di situ, di dalam aplikasi ada sistem itu. Selain itu juga pengaduan yang positif juga. Kalau memang dia bagus ya sudah kasih juga, jadi ada yang negatif, ada yang positif. Jadi imbang,” ujarnya.

Reda menjelaskan, sistem ini diharapkan menjadi instrumen deteksi dini terhadap potensi penyimpangan maupun penurunan kualitas layanan program MBG di daerah.

Kehadiran aplikasi ini juga menjadi bagian dari penguatan fungsi intelijen Kejaksaan dalam mengawal program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

BACA: Kejati Jatim Benarkan Aspidum Diamankan Kejagung karena Dugaan Pelanggaran Penanganan Perkara

Sebelumnya, Kejagung telah melakukan pemantauan langsung di lapangan, termasuk di wilayah Tuban, Jawa Timur, dan menemukan sejumlah catatan dalam pelaksanaan program MBG.

Dengan adanya sistem pelaporan ini, Kejagung mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya program.

“Kami berharap masyarakat penerima manfaat langsung bisa memantau program ini,” pungkas Reda.