Jurnalis Tewas Tertembak saat Kerusuhan di Irlandia Utara

David Priyasidharta

Sabtu, 20 April 2019 - 09:59

JATIMNET.COM, Belfast - Seorang wartawati Irlandia Utara Lyra McKee tewas ditembak saat kerusuhan berlangsung di Londonderry, Irlandia pada Kamis 18 April 2019 malam.

Kematian wartawati yang berusia 29 tahun itu mengguncang kota tersebut dan kepolisian mengatakan bahwa serangan itu mungkin dilakukan oleh kelompok militan nasional, yang menentang kesepakatan perdamaian Jumat Agung tahun 1988.

Kerusuhan melanda daerah Creggan, setelah para polisi melakukan penggerebekan pada Kamis larut malam di daerah yang banyak ditinggali kalangan nasionalis. Para petugas mengatakan mereka berupaya mencegah kalangan militan melancarkan serangan pekan ini.

BACA JUGA: Katedral Notre Dame di Paris Terbakar

Setidaknya ada 50 molotov yang dilemparkan dan mengakibatkan dua mobil terbakar. Wartawati Lyra McKee tewas ditembak tak lama setelah ia mengunggah sebuah foto di Twitter soal kekerasan itu, yang ia gambarkan "benar-benar gila".

"Pada pukul 11.00 tadi malam seorang pria bersenjata muncul dan melancarkan tembakan ke arah polisi dan seorang perempuan bernama Lyra McKee berusia 29 tahun terluka dan kemudian meninggal," kata seorang pejabat kepolisian Irlandia Utara, Mark Hamilton, kepada wartawan.

Lyra, yang pada 2006 dinobatkan sebagai Wartawan Muda Sky News, sebelumnya sedang menulis buku soal anak-anak muda yang hilang selama tiga dasawarsa konflik antar-kelompok di Irlandia Utara.

BACA JUGA: Tulis Penembakan di Kantor Sendiri, Koran Ini Terima Pulitzer

Kepolisian menganggap peristiwa yang membuat Lyra tewas itu sebagai serangan teroris dan telah mulai melakukan penyelidikan pembunuhan.

Leona O'Neill, seorang jurnalis yang berada di lokasi penembakan, mengatakan bahwa setelah Lyra terkena tembakan dan jatuh di dekat sebuah kendaraan Land Rover kepolisian, para polisi cepat-cepat membawa Lyra ke Rumah Sakit Altnagelvin. Di rumah sakit itu, Lyra mengembuskan napas terakhir.

Video-video yang dipasang di media sosial memperlihatkan mobil-mobil polisi sedang dilempari berbagai benda, yang disebut Leona sebagai puluhan bom bensin, bata, botol dan kembang api. (ant)

 

Baca Juga

loading...