Jokowi Berbagi Kisah Membangun Usaha dengan Pengusaha Muda

Ahmad Suudi

Senin, 25 Maret 2019 - 15:18

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Tidak banyak yang mengetahui kelamnya usaha yang dibangun Presiden RI ketujuh, Joko Widodo sebagai pengusaha mebel. Calon presiden nomor urut 01 itu membagikannya kepada ratusan pengusaha muda di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin 25 Maret 2019.

Usahanya diawali ketika rumahnya yang berada di bantaran sungai di Solo digusur pada tahun 1970. Hal itu membuat keluarganya harus menumpang ke rumah pamannya.

Sementara saudara sulungnya bersama saudara-saudara perempuannya bertahan hidup dalam kondisi seperti itu selama dua tahun, dan berpindah-pindah kontrakan setelahnya. Jokowi, sapaannya, mengaku tidak pernah membayangkan bisa kuliah, karena sulitnya ekonomi keluarga, dan untuk bersekolah pun dirasa sulit.

BACA JUGA: Kampanye di Banyuwangi, Jokowi Dijadwalkan Ngopi dengan Pemuda

“Alhamdulillah berkat dibukakan jalan Allah SWT, saya bisa lulus sekolah dan kuliah. Masa kecil seperti itu sangatlah mempengaruhi karakter, karena peristiwa seperti itulah (yang membentuk watak)," kata Jokowi di depan ratusan relawan pengusaha muda.

Setelah lulus kuliah, Jokowi hijrah ke Aceh untuk bekerja di sebuah perusahaan selama 2,5 tahun. Namun merasa tak kuat, Jokowi dan Iriana istrinya, kembali ke Solo untuk membangun usaha mebel.

Tahun pertama pemasaran produknya hanya di Solo. Tahun kedua pemasaran berhasil merambah daerah lain secara nasional, dan tahun ketiga produk-produk berbahan kayu itu berhasil diekspor.

Awalnya ekspor hanya dilakukan tiga bulan sekali untuk satu peti kemas. Di tahun keempat produk-produknya diikutkan dalam sebuah pameran di Singapura hingga kebanjiran order.

BACA JUGA: Banyuwangi Gelar Festival Young Entrepreneurs

Dengan membangun jaringan dan berkolaborasi bersama pengusaha-pengusaha lain secara rutin, Jokowi mulai menerima pesanan 18 peti kemas per bulan berhasil dipenuhinya.

“Sempat bingung, tapi saya terima dulu, pulang baru berpikir. 18 peti kemas ya bisa, saya bagi ke kawan-kawan. Loncatan seperti ini yang harus dilakukan, berani tapi harus dihitung dan dikalkulasi,” katanya kemudian.

Terjun di dunia politik tahun 2005 dengan mencalonkan senagai Wali Kota Solo bersama tiga kandidat lain yang lebih terkenal dan berpengaruh. Usai memenangi kontestasi di Solo itulah karir politiknya terus bersinar hingga menjadi Presiden RI periode 2014-2019.

"Anak muda sering mengeluh masalah modal. Padahal modalnya sederhana. Sepanjang dipercaya bank, dipercaya pembeli, bisa didapatkan. Kepercayaan, tidak ada yang lain," pungkas calon presiden yang kini berpasangan dengan Ma'ruf Amin itu.

Baca Juga

loading...