Kamis, 28 May 2026 13:38 UTC

Proses evakuasi jenazah tanpa identitas oleh tim gabungan di kawasan Dam Sipon, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis, 28 Mei 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Penemuan jenazah laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Brantas menggegerkan warga di kawasan Dam Sipon, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis sore, 28 Mei 2026. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melapor kepada petugas sekitar pukul 15.30 WIB.
Petugas gabungan bersama relawan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Namun, derasnya arus sungai dan pusaran air di area Dam Sipon membuat proses pengangkatan jenazah berlangsung cukup sulit.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Mojokerto, Canda Hertadi, mengatakan tim harus menggunakan sistem jangkar untuk mengevakuasi korban yang terseret arus sungai.
“Proses evakuasi seperti biasanya di Dam Sipon sistemnya kita ambil bawah kita jemput ke atas kita pakai jangkar, karena posisi mawar hitamnya (mayat) kegulung sama aliran sungai,” ungkapnya.
Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia sekitar 60 tahun. Saat ditemukan, korban dalam kondisi berkepala gundul dan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.
“Umur sekitar 60-an, rambutnya gundul cuma pakai celana pendek warna hitam, jenis kelaminnya laki-laki,” jelas Canda.
Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
“Langsung dilarikan ke rumah sakit sekitar untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut,” tambahnya.
Canda menjelaskan, medan sungai yang curam serta gulungan arus yang kuat menjadi kendala utama selama proses evakuasi berlangsung.
“Kita tadi kesulitannya medan terutama kontur sungai di sini memang agak susah untuk melakukan evakuasi, karena di sini ada Dam Sipon terkenal dengan gulungan airnya yang sangat kencang,” ujarnya.
Proses evakuasi mayat tersebut berlangsung sekitar satu jam tiga puluh menit hingga akhirnya jenazah berhasil diangkat ke daratan.
“Tadi evakuasi sekitar 1 jam 30 menit,” pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, identitas korban masih belum diketahui. Kasus penemuan mayat tersebut kini ditangani pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.
