Jelang Lebaran, Ponorogo Atur Pelapak di Pasar Rakyat Alun-alun

Gayuh Satria Wicaksono

Jumat, 24 Mei 2019 - 10:44

JATIMNET.COM, Ponorogo – Pemda Ponorogo mengatur tata letak serta sewa lapak bagi para pedagang yang ingin memeriahkan psar malam dan pasar rakyat menjelang lebaran. Sebab, alun-alun Ponorogo selalu menjadi pusat perhatian bagi masyakat, menjelang lebaran.

“Pelaksanaannya akan dilakukan selama 22 hari, mulai 25 Mei sampai 15 juni, dengan jumlah sekitar 700 pelapak akan memadati aloon-aloon,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (perdakum) Addin Andana Warih, Jumat 24 Mei 2019.

Addin menuturkan, jika berdasarkan Perda nomor 11 tahun 2016 tentang harga sewa lapak saat pasar malam di alun-alun, per meternya sebesar Rp 1500.

Dengan  ketentuan, setiap pelapak dengan ukuran 2 x 3 meter perlapak hanya boleh menyewa maksimal dua lapak.

BACA JUGA: Waskita Jawi, Pesantren dengan Mayoritas Santri Keluarga Tak Mampu

Sedangkan, untuk pedagang pakaian atau kain diperbolehkan untuk menyewa sampai empat lapak dengan ukuran 2 x 3 meter untuk setiap lapaknya.

“Untuk pedagang kain ini kan membutuhkan tempat yang agak panjang untuk memajang dagangannnya,” tuturnya.

Dalam penataan pedagang, Addin juga menerapkan adanya zonasi untuk setiap pedagang, seperti pedagang makanan yang menggunakan penggorengan besar, seperti tahu petis dan martabak, harus berada bagian tepi luar alun-alun.

Selebihnya, untuk pedagang pernak penik, pakaian, tempat permaian, makanan, bisa memilih di dalam, dengan ketentuan dan penataan yang telah di tetapkan oleh perdakum.

BACA JUGA: Hormati Bulan Ramadan, Umat Buddha Ponorogo Tunda Rayakan Waisak

“Selain itu saya inginnya mainan di pasar malam ini di uji coba terlebih dahulu, kekuatannya seperti apa, kalau memang kuat dan tidak ada masalah tanggal 25 bisa di on-kan,” ujarnya.

Addin mengaku, pasar malam di alun-alun ini sangat membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam satu tahun, target PAD untuk alun-alun targetnya sekitar Rp 300 juta.

“Pesan dari pak bupati rapi kerapian dan ketertiban harus di utamakan, pedagang lokal juga harus diutamakan,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...