Jelang Lebaran, Pemerintah Turunkan Tarif Tiket Pesawat 12-16 Persen

Anang Zakaria

Kamis, 16 Mei 2019 - 21:36

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah akhirnya menurunkan tarif batas atas untuk harga tiket ekonomi penerbangan domestik sebesar 12-16 persen. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan nomor 106 tahun 2019 yang ditandatangani pada Rabu 15 Mei 2019 malam.

Dalam rilis yang diterima Jatimnet.com pada Kamis 16 Mei 2019, maskapai penerbangan diberi waktu dua hari sejak keputusan diteken untuk menyesuaikan tarif.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan keputusan diteken sebagai kepedulian terhadap masyarakat, khususnya menjelang lebaran.

BACA JUGA: Angkasa Pura I Terima Pengajuan 568 Penerbangan Ekstra

Meski demikian, keputusan itu juga tetap memerhatikan keberlangsungan industri penerbangan. “Tentu saja, tetap mengedepankan faktor-faktor substansial seperti keselamatan keamanan dan juga on time performance (OTP) tetap menjadi prioritas,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa komponen biaya yang memengaruhi penurunan tarif . Yakni efektivitas operasional pesawat udara di bandara, sehingga terjadi efisiensi bahan bahan bakar dan jam operasi pesawat.

Peningkatan OTP, lanjut dia, juga berpengaruh terhadap efisiensi pengoperasian pesawat. Dalam catatannya, tampak ada peningkatan OTP pada Januari-Maret 2019, dari 78,88 persen menjadi 86,29 persen, dibanding periode yang sama pada 2018.

BACA JUGA: BI Pantau Dampak Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Inflasi

Ia mengatakan banyak faktor penentu tarif dasar pesawat. Di antaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, serta asuransi. “Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi oleh kurs dolar terhadap rupiah,” katanya.

Sebelumnya tarif batas atas untuk penerbangan ekonomi domestik diatur dalam Keputusan Menteri nomor 72 tahun 2019. Penerbitan keputusan nomor 106 tahun 2019 sekaligus mengubah keputusan lama itu. Adapun keputusan baru ini akan dievaluasi secara berkala tiap tiga bulan dan sewaktu-waktu sesuai perubahan signifikan yang memengaruhi industri penerbangan.

Baca Juga

loading...