Logo

Jaga Warisan Budaya, Ragam Seni Pandhalungan Digelar di Probolinggo

Reporter:,Editor:

Jumat, 20 September 2024 14:16 UTC

Jaga Warisan Budaya, Ragam Seni Pandhalungan Digelar di Probolinggo

KESENIAN. Penampilan seni tari dalam Rawat Budaya Pandhalungan di Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat malam, 20 September 2024. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Kemendikbudristek menggelar kegiatan rawat budaya Pandhalungan di Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat malam, 20 September 2024.

Acara bertujuan melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Pandhalungan yang merupakan perpaduan adat Jawa dan Madura di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur.

Berbagai penampilan seni tradisional dari wilayah Tapal Kuda ditampilkan, termasuk Tari Gandrung Banyuwangi, Singo Ulung Bondowoso, dan Musik Dhug-dhug. Tidak ketinggalan seni tari khas Kabupaten Probolinggo, Tari Kiprah Glipang, juga memukau para penonton dengan keaslian dan keindahannya.

Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kegiatan Rawat Budaya Pandhalungan sebagai upaya menjaga kelestarian budaya daerah.

BACA: ASN dan Pelajar di Kota Probolinggo Kenakan Pakaian Adat di Upacara Hardiknas 2023

"Acara ini penting digelar agar generasi muda tidak melupakan warisan budaya tempat tinggal mereka," kata Ugas.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Endah Budi Hariani menekankan perlunya menjaga dan merawat kebudayaan daerah sebagai bagian dari pelindungan terhadap klaim budaya oleh daerah atau negara lain.

Endah menyebut bahwa telah ada penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WTBDI) sebanyak 13 di Jawa Timur pada tahun 2024 yang bertujuan mengurangi klaim budaya dari pihak lain.

"Pentingnya kegiatan rawat budaya sebagai sarana untuk memberikan ruang ekspresi kepada sanggar-sanggar seni dan mengedukasi masyarakat tentang keberagaman budaya di daerah mereka," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam melestarikan kebudayaan dengan harapan mereka dapat mengenal dan terinspirasi untuk menjaga kekayaan budaya lokal.

BACA: Wisatawan Mancanegara Wisata Budaya dan Sejarah di Kota Bayuangga

Pada kesempatan ini, sebanyak delapan kabupaten dan kota di wilayah Tapal Kuda turut serta dalam memeriahkan kegiatan dengan menampilkan kesenian khas daerah masing-masing.

Kabupaten Probolinggo dipilih sebagai lokasi kegiatan ini karena keberagaman budaya intenjibel dan tenjibelnya, seperti Candi Jabung, yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mematenkan budaya atau kesenian di daerahnya agar tidak diklaim oleh pihak lain, Endah menyarankan untuk segera mendaftarkannya ke pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan setempat.

"Harapannya dapat memperkuat perlindungan terhadap kekayaan budaya daerah dari potensi klaim yang tidak diinginkan," kata Endah.