ITB Miliki Laboratorium Ekonomi Digital

David Priyasidharta

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:59

JATIMNET.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian Aurlangga Hartarto meresmikan Laboratorium Ekonomi Digital Masa Depan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin 18 maret 2019.

Future Digital Economy Lab ini diharapkan mampu menghasilkan ide inovasi, referensi desain produk dan solusi guna menjawab kasus-kasus IoT yang dapat dikembangkan dalam skala industri untuk beragam kebutuhan baik itu pengembangan produk, layanan, manufaktur serta marketing.

“Salah satu prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah peningkatan alokasi anggaran untuk aktivitas research and development (R&D) teknologi dan inovasi. Ini adalah lompatan besar dan kerja keras yang perlu didukung segenap pemangku kepentingan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan Future Digital Lab di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin 18 Maret 2019.

BACA JUGA: UGM Punya Laboratorium Artificial Intelligence

Lab pengembangan ekonomi digital ‘IoT Innovation & Future Digital Economy Lab’ tersebut diprakarsai Indosat Ooredoo Business. “Dahulu di era globalisasi yang menjadi kunci adalah bahasa Inggris, sekarang di era digitalisasi kuncinya adalah koding dan statistik data. Kalau menerapkan itu apapun jurusan sekolahnya, maka kita akan siap di era digital,” ucapnya.

Ini merupakan Future Digital Economy Lab yang pertama didirikan dalam program yang diprakarsai Indosat Ooredo. Selanjutnya, Indosat Ooredoo juga akan bekerja sama dengan institusi pendidikan lainnya seperti Universitas Bina Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, UNIKA Atma Jaya, Universitas Trilogi, dan STIE PERBANAS.

Selanjutnya, President University, Universitas Prasetiya Mulya, Institut Teknologi Sepuluh November, serta Universitas Udayana. Sinergi ini untuk menyediakan sarana pembelajaran dan pengembangan talenta digital berbasis awareness dengan cara learning by doing.

“Kami harap, dengan Future Digital Lab ini, ITB menjadi powerhouse dalam kebangkitan digital ekonomi Indonesia dan mencapai target  masuk 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030,” ungkapnya.

BACA JUGA: ITB Masuk 200 Besar Perguruan Tinggi Terbaik se-Asia Pasifik

Menperin mengatakan, setidaknya sudah ada tiga laboratorium IoT yang diresmikan dan dikunjungi dalam satu tahun terakhir. “Ini adalah langkah emas bagi Indonesia untuk menguasai inovasi dan teknologi,” ungkapnya.

Airlangga menyampaikan, industri 4.0 sangat erat kaitannya dengan penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi seperti Internet of Things, Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual dan Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi, serta Virtual Branding.

Sehingga, hal tersebut akan jadi tantangan besar bagi Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan dinamika Industri 4.0.

Baca Juga

loading...