Interpol Bongkar Jaringan Pedofil Dunia, Selamatkan Balita dan Anak

Korban termuda berusia 15 bulan.
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 24 Mei 2019 - 08:44

JATIMNET.COM, Surabaya - 50 anak telah diselamatkan dan sembilan orang ditangkap dalam pembongkaran jaringan pedofil oleh Interpol. Korban termuda diketahui berusia 15 bulan.

Penangkapan dilakukan di Thailand, Australia, dan Amerika, serta tak menutup kemungkinan dari negara lain.

Penyelidikan dalam operasi “Blackwirst"  dimulai sejak 2017 dan fokus pada “laman gelap” dengan 63 ribu pengguna di seluruh dunia, dikutip dari Bbc.com, pada Jumat 24 Mei 2019.

Polisi meyakini jika lebih dari 100 anak mengalami kekerasan dan sedang berupaya untuk mengidentifikasi korban tersebut.

BACA JUGA: Film Dewasa Sebabkan Aksi Asusila Dua Remaja

Operasi diluncurkan oleh Interpol setelah mereka mendeteksi gambar yang menunjukkan 11 anak dengan usia di bawah 13 tahun, mengalami kekerasan seksual, dalam sebuah laman dimana pengunjung bisa menggunakan perangkat lunak enkskripsi, untuk menjaga kerahasiaan identitas mereka.

Laman gelap adalah area internet yang tidak bisa dijangkau oleh mesn pencari umum.

Penyelidikan Departemen Keamanan Homeland Amerika Serikat (HIS) melacak alamat IP dari laman, yang menyediakan foto dan video tentang pelecehana.

Polisi mengatakan jika pelaku mengunggah gambar baru setiap minggu, serta sering menutup wajah anak dengan topeng, sehingga identitas mereka sulit untuk dilacak.

BACA JUGA: Ditinggal Istri Bekerja, Suami Cabuli Anak Tirinya

Penangkapan pertama berlangsung tahun lalu, ketika administrator laman utama, Montri Salangam, ditahan di Thialand, dan administrator lain, Ruecha Tokputza, ditangkap di Australia.

Salangam, yang melakukan kekerasan pada salah satu keponakannya, dihukum 146 tahun penjara di Thailand, sementara rekannya, seorang guru pra sekolah, dihukum 36 tahun.

Sedangkan Tokputza dihukum 40 tahun pada Jumat, setelah mengakui bersalah atas 51 dakwaan atas 11 bayi dan anak-anak. Hukuman itu menjadi vonis terberat di Asutralia untuk kasus kekerasan seksual pada anak-anak.

Polisi menemukan banyak gambar diambil dari Thailand dan Australia di peralatannya. Di antaranya, Tokputza menjadi pelaku utama kekerasan. Anak termuda yang menjadi korban berusia 15 bulan.

BACA JUGA: Dispertan Kota Probolinggo Akui Pelaku Pencabulan Mantan Pegawainya

“Kamu adalah mimpi buruk anak-anak, kamu adalah horor bagi setiap orang tua, kamu adalah penjahat di dalam komunitas,’ kata hakim Liesl Chapman di Adelaide.

Identitas terdakwa lain akan segerea dirilis, namun beberapa di antaranya berada di Amerika Serikat dan memegang jabatan publik, kata Eric McLoughlin, Kepala HSE di wilayah Bangkok.

Baca Juga

loading...