Rabu, 12 December 2018 14:04 UTC

Ketua SA ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD membuka rapat Senat Akademik yang berlangsung tertutup. Foto: Nani Mashita
JATIMNET.COM, Surabaya – Nama-nama Calon Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai mengerucut menjadi tiga nama.
Ketiga kandidat itu adalah Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT, dan Bambang Pramujati ST MScEng PhD. Mereka unggul dari dua Bacarek lainnya yaitu Dr Eng Muhammad Badrus Zaman ST MT dan Adjie Pamungkas ST MDevPlg PhD.
Dari 84 anggota Senat Akademik (SA), terdapat 80 yang hadir dan memberikan suaranya. Setiap anggota diharuskan memilih tiga nama dari lima bacarek dengan memberikan prioritas yang akan memiliki bobot suara berbeda.
Prof. Mochamad Ashari mendapatkan skor tertinggi dengan memperoleh 177 suara, disusul Prof Adi Soeprijanto yang mendapat bobot suara 109 dan Bambang Pramujati sebanyak 101 suara, dalam pemilihan tertutup, Rabu 12 Desember 2018.
Menanggapi hal ini, Ashari yang juta mantan Sekretaris SA itu memilih merendah. “Sebenarnya menjadi rektor itu, terutama di Perguruan tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) adalah peran tambahan. Bukan untuk rebutan, tapi sebuah tanggung jawab untuk memajukan institusinya,” katanya.
BACA JUGA: Calon Rektor ITS Diisi Dosen Muda, Ini Profilnya
Dia memberi apresiasi pada panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) maupun seluruh sivitas akademika ITS yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan pertama sejak ITS berstatus PTNBH.
Mantan Rektor Universitas Telkom itu juga memuji koleganya yang ikut menjadi kandidat bakal calon rektor. Dia juga memilih merendah ketika didesak peluangnya menjadi rektor ITS. “Jangan berandai-andai dulu,” katanya sambil tertawa.
Sementara itu, Ketua SA ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD menjelaskan sesuai dengan statuta PTNBH, pemilihan rektor selambat-lambatnya tiga bulan sebelum rektor lama mengakhiri masa jabatannya. Rektor ITS saat ini Prof. Joni Hermana bakal mengakhiri masa tugasnya pada 13 April 2018.
“Paling tidak Januari 2019, ITS harus sudah memiliki rektor baru. Nah kalau prosesnya lancar Insya Allah bulan ini sudah ada rektor baru,” ujarnya.
Priyo mengatakan tiga nama carek itu akan diserahkan ke Majelis Wali Amanah (MWA) ITS. Dijadwalkan pemilihan rektor baru dilakukan pada 20 Desember 2018.
Sat ini MWA memiliki 17 anggota yang terdiri dari Gubernur Jawa Timur, Ketua Senat Akademik ITS, wakil dosen sebanyak enam orang, wakil tenaga Kependidikan (Tendik), wakil mahasiswa, wakil alumni, dan wakil Masyarakat Umum sebanyak empat orang serta Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).
Jika pada akhirnya MWA memutuskan melakuan voting memilih rektor, maka suara Menristekdikti memegang peranan penting lantaran punya bobot 35 persen. “Kami akan berusaha agar bisa musyawarah mufakat. Tapi kalau voting memang menteri punya suara 35 persen,” terangnya.
Menurutnya siapapun calon yang dipilih menjadi rektor ITS harus mendapat dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika. Hal ini agar tujuan ITS menjadi universitas world class di tahun 2024 bisa terpenuhi. “Tentunya siapapun yang terpilih (nantinya), semoga bisa membuat ITS semakin maju ke depannya,” harapnya.
