Logo

Calon Rektor ITS Diisi Dosen Muda, Ini Profilnya

Reporter:

Minggu, 14 October 2018 12:31 UTC

Calon Rektor ITS Diisi Dosen Muda, Ini Profilnya

Agnes Tuti. FOTO: nani Mashita.

JATIMNET.COM, Surabaya – Proses pemilihan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya cukup sengit seiring masuknya sejumlah dosen muda yang bersaing dengan guru-guru besar.

Hingga pendaftaran calon rektor (Carek) yang ditutup 10 Oktober 2018 kemarin, panitia telah menjaring 15 calon yang sudah mendaftar dengan diisi tujuh dosen muda.

BACA JUGA : Kontingen ITS Sabet 9 Medali di Ajang IYIA 2018

“Pemilihan Rektor (Pilrek) tahun ini diperkirakan seru, karena banyak dosen muda yang maju jadi calon rektor,” terang Sekretaris ITS, Agnes Tuti, dikonfirmasi Minggu 14 Oktober 2018.

Berdasarkan data dari Tuti, sejumlah dosen muda yang masuk dalam bursa calon rektor terdiri dari Dr. Badrus Zaman, Dr. Bambang Pramujati, Dr. Bambang Soemardioni, Dr. Mas Agus Mardiyanto, Dr. Adjie Pamungkas, Dr. Suntoyo, dan Dr. Hamzah Fansuri.

“Tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni banyak calon yang masih berstatus dosen muda yang maju (calon rektor). Umumnya calon rektor yang mendaftar rata-rata bergelar professor,” urainya.

BACA JUGA : Kontingen ITS Sabet 9 Medali di Ajang IYIA 2018

Dia menerangkan dari toal 15 carek, terdapat delapan yang berstatus guru besar yang terdiri dari Prof. Ashari, Prof. Agus Rubiyanto, Prof. Sulitiyoni, Prof. Basuki Widodo, Prof. Nur Iriawan, Prof. Adi Soeprijanto, Prof. Heru Setiawan, dan Prof. Auliya Siti Aisyah yang menajdi satu-satunya calon rektor perempuan.

Diterangkan Tuti, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui calon rektor. Tahap pertama semua calon wajib mengikuti verifikasi hingga 16 Oktober, sekaligus untuk memaparkan visi misinya mengembangkan ITS ke depan.

BACA JUGA : Mahasiswi ITS Ciptakan Sepeda Penderita Cerebral Palsy

Tahapan berikutnya adalah akan disosialisasikan kepada civitas akademika untuk dilakukan pemilihan 21-30 Oktober. “Nanti mereka yang memiliki hak suara akan memilih lima calon rektor,” lanjut pengajar statistik itu.

Tahapan selanjutnya, nama lima calon rektor dibawa ke Rapat Senat Terbuka (RST) dan dilanjutkan ke Majelis Wali Amanat (MWA). Mendiknas, kata Agnes Tuti, memiliki porsi suara 35 persen di lembaga yang diketuai Prof. Muhammad Nuh DEA.

“Tahun ini yang pertama kali menggunakan MWA karena status ITS sudah berubah dari Badan Layanan Umum ke Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH),” katanya.

BACA JUGA : Jalan Terjal Wisudawan Terbaik ITS Surabaya

Diterangkan Tuti bahwa Rektor ITS saat ini, Prof. Joni Hermana akan habis masa baktinya pada April 2019 mendatang. Sedari awal, dia berkomitmen untuk mewujudkan ITS berstatus PTN BH.

“Beliau sudah merasa cukup satu periode dan menolak untuk maju kembali,” tuturnya.