Sabtu, 28 March 2026 11:00 UTC

Odong-odong pengangkut 21 penumpang terguling di Jalan Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu pagi, 28 Maret 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Kecelakaan tunggal menimpa kendaraan wisata jenis odong-odong atau kereta kelinci yang dimodifikasi menyerupai Bus Tayo di Jalan Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu pagi, 28 Maret 2026.
Insiden ini mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Kendaraan bernomor polisi S 8185 PA tersebut diketahui mengangkut 21 penumpang yang merupakan rombongan buruh pabrik tatakan telur asal Desa Kebonagung, Kecamatan Puri.
Kasi Humas Polres Mojokerto, Ipda Suyanto, menjelaskan odong-odong itu dikemudikan oleh Sariono (53), warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri.
“Kendaraan mengangkut 21 penumpang. Sopir mengalami luka ringan dan dirawat di RS Sumberglagah,” ujarnya.
Para penumpang odong-odong itu adalah Asmunin, Sulimah, Suwarno, Maria Ulfa, M Dion Adilla, Malikan, Nur Ali. Kemudian, Umatul Khoiroh, Kalila, Yatiningsih, Ngatmini, Puspita, Waginten, Sudarti, Devi, Meisya Syakila, Rina, Deni Arifki, Rubiati, Rufita, dan M Aimar Kenzi.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat kendaraan melintasi jalur menanjak. Diduga, kendaraan tidak kuat menanjak akibat kelebihan muatan, hingga akhirnya tergelincir dan terguling.
Akibat kejadian tersebut, satu penumpang bernama Sulimah, 47 tahun, warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri, meninggal dunia.
Korban diduga mengalami cedera otak berat setelah terlempar dari kendaraan. Jenazah telah dievakuasi ke RS Sumberglagah.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Beni Hermawan, menyebutkan sebanyak 20 penumpang lainnya bersama sopir mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 13 orang dirawat di RS Sumberglagah termasuk sopir, satu orang di RSUD Soekandar, dan delapan orang di Puskesmas Gondang,” jelasnya.
Odong-odong tersebut diketahui merupakan kendaraan modifikasi dari unit lama yang difungsikan sebagai angkutan wisata jarak dekat dengan kapasitas penumpang cukup banyak.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelebihan muatan dan kelayakan kendaraan yang digunakan.
