Rabu, 21 January 2026 08:00 UTC

Bupati Madiun Hari Wuryanto saat meninjau pelatihan menjahit yang berlangsung di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Rabu, 21 Januari 2026. Foto: Humas Pemkab Madiun
JATIMNET.COM, Madiun – Pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Madiun menjadi tantangan tersendiri bagi para angkatan kerja. Keterampilan maupun keahlian perlu ditingkatkan agar penyerapan tenaga kerja lokal lebih maksimal.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mencontohkan belum terpenuhinya kuota tenaga kerja di PT Dwi Prima Sentosa (DPS) beberapa waktu lalu. Perusahaan yang memproduksi alas kaki untuk diekspor ke Tiongkok ini sebenarnya meminta 150 tenaga kerja lokal dengan keterampilan menjahit.
Namun, hingga kini baru terserap 50 orang. Salah satu faktornya, sumber daya manusia (SDM) yang belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi.
“Dari DPS kemarin maunya 150 orang, ini baru 50. Jadi masih kurang. Habis lebaran nanti insyaallah ada lagi,” kata Hari, Rabu, 21 Januari 2026.
Menjawab tantangan itu, Bupati Madiun menyatakan bahwa pemerintah kabupaten (Pemkab) terus membuka pelatihan berbasis kompetensi.
BACA: Pemkab Madiun Bantu Modal Pulihkan UMKM dan Pariwisata
Program ini merupakan wujud komitmen pemkab dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap profesional, dan etos kerja seiring tuntutan pasar kerja
Salah satu program pelatihan yang dijalankan adalah menjahit sepatu yang digelar di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan. Kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mendukung potensi industri alas kaki di Kabupaten Madiun yang terus berkembang.
Selain itu, Hari menyatakan bahwa pihak pemkab telah bersinergi dengan pelaku industri yang kian berdatangan di Kabupaten Madiun. Penyerapan tenaga kerja telah dibuka lebar bagi warga lokal.
“Jadi tidak sendiri-sendiri, karena mereka ada di wilayah Kabupaten Madiun. Itu yang kita harapkan”, harapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto menjelaskan bahwa pelatihan menjahit sepatu ini diikuti 50 orang, dimulai dari tanggal 20 Januari hingga 11 Februari 2026.
Kegiatan ini menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Sinergi Bisnis Abadi selaku instruktur. Arik berharap dengan adanya pelatihan kerja ini dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Madiun.
“Jadi orang sukses pernah menjadi pemula. Jangan takut untuk mulai dari bawah,” ujarnya.
