JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menyebut industri kecil menengah (IKM) batik mampu tumbuh 3-5 persen per tahun. Dengan jumlah 9.824 unit hingga 2018, IKM ini telah mampu menyerap 29 ribu tenaga kerja.

Seluruh IKM batik itu tersebar di hampir seluruh Jawa Timur. Dari 38 kabupaten/kota, yang menonjol dalam hal kekhasan batik adalah Madura. Kemudian ada batik Tuban, Sidoarjo, Tulungagung dan Banyuwangi.

"Sebenarnya setiap daerah punya kekhasan, tapi saat ini yang menonjol daerah-daerah itu," ujar Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan dihubungi melalui selulernya, Minggu 14 April 2019.

BACA JUGA: Disperindag Jawa Timur Fokus Fasilitasi Bahan Baku Batik

Ia mengaku saat ini terus berupaya menjaga pertumbuhan industri batik dengan cara memberi pendampingan dan membantu promosi. "Kami dorong mereka mampu memenuhi aspek standarisasi untuk batik," ungkapnya.

Disperindag Jawa Timur juga menggandeng Balai Besar Kerajinan dan Batik di Jogjakarta guna menjaga kualitas produksi. Salah satu yang menjadi fokus perbaikan adalah teknologi pewarnaan dan desain.

Pihaknya mendorong batik tulis yang diproduksi IKM di Jawa Timur memiliki kualitas baik.

Perbaikan kualitas itu diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasaran. Ia mengatakan banyak yang mulai memasarkan produknya, baik secara daring maupun langsung di pasar dan mampu diterima dengan baik.

"Kami sudah mulai kerja sama dengan e-commerce saat ini," ungkapnya.

BACA JUGA: Batik Ponorogo yang Mulai Menggeliat 

Drajat mengatakan pihaknya terus mempromosikan batik dengan mengikutkan IKM di tujuh hingga delapan pameran lintas provinsi selama setahun. Di Oktober lalu, Disperindag mengaku telah mempertemukan IKM dengan pembeli eksportir.

"Kita pertemukan dengan buyer, para eksportir Indonesia. Di situ kami temukan di hampir 138 negara yang hadir di Jakarta," tuturnya.

Batik Jawa Timur disukai sejumlah negara, seperti Cina, Jepang dan Amerika Serikat. "Masuk kelompok tekstil, ekspor kita itu memang ada di tekstil, perhiasan, dan furniture nilainya saya tidak hafal tapi yang jelas cukup besar," tandasnya.