Logo

Dari “Institut Timur Sungai”, UNZAH Genggong Kini Jadi Kampus Rujukan

Reporter:,Editor:

Sabtu, 20 June 2026 12:00 UTC

Dari “Institut Timur Sungai”, UNZAH Genggong Kini Jadi Kampus Rujukan

Rektor UNZAH Genggong Kabupaten Probolinggo Abdul Aziz, saat Menerima Penghargaan AMI Audit Mutu Internal (AMI) Terbaik Tingkat Universitas Tahun 2025. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo –  Sebutan “institut timur sungai” yang dulu melekat pada Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Kabupaten Probolinggo kini perlahan berubah.

Kampus yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu terus berkembang dengan berbagai capaian akademik, penguatan mutu, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Rektor UNZAH Genggong Abdul Aziz mengatakan, perubahan citra tersebut merupakan hasil dari proses panjang pembenahan internal kampus.

Menurutnya, UNZAH tidak ingin hanya dikenal karena lokasi dan sejarahnya, tetapi juga melalui kualitas dan prestasi yang mampu diraih.

“Dulu mungkin dikenal sebagai kampus institut timur sungai. Sekarang, kami bangga karena mampu menjadi referensi bagi banyak perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Abdul Aziz.

Menurut dia, perkembangan UNZAH terlihat dari meningkatnya kepercayaan perguruan tinggi lain yang menjadikan kampus tersebut sebagai tempat belajar pengelolaan institusi.

Hingga kini, sekitar 48 perguruan tinggi dari berbagai daerah telah melakukan studi banding ke UNZAH Genggong.

Selain menjadi tempat rujukan, UNZAH juga terus memperkuat sistem mutu pendidikan. Dalam ajang Kopertais Wilayah IV Award 2026, UNZAH meraih penghargaan kategori Kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Terbaik Tingkat Universitas Tahun 2025.

Abdul Aziz menyebut penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa proses perbaikan tata kelola kampus berjalan secara konsisten.

Menurutnya, penghargaan yang diraih bukan hanya soal mendapatkan predikat, tetapi bagaimana sistem mutu benar-benar berjalan dan menjadi budaya kerja di kampus.

Perkembangan UNZAH juga ditopang dengan peningkatan kualitas dosen. Kampus tersebut menargetkan melahirkan empat profesor baru dalam dua tahun mendatang sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas akademik.

Untuk mencapai target tersebut, UNZAH mendorong para dosen melanjutkan pendidikan doktoral dengan memberikan dukungan pembiayaan dan fasilitas pengembangan karier.

“Pengembangan SDM menjadi prioritas. Hampir setiap minggu ada dosen yang menjalani ujian terbuka. Kami ingin mempercepat peningkatan kualitas akademik,” jelas Abdul Aziz.

Saat ini, sejumlah program studi di UNZAH juga telah meraih predikat unggul, di antaranya Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, dan Manajemen Pendidikan Islam. Kampus pun tengah menyiapkan dua program studi lainnya, untuk meraih status serupa

Selain itu, jaringan kerja sama internasional terus diperluas dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Langkah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global.