Logo

Hendak Kunjungi Anak, Lansia Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung di Perlintasan Sumberbaru Jember

Diduga Korban Tak Mendengar Kereta Akan Melintas
Reporter:

Sabtu, 28 March 2026 07:36 UTC

Hendak Kunjungi Anak, Lansia Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung di Perlintasan Sumberbaru Jember

Proses evakuasi jenazah lansia yang tertabrak KA Sri Tanjung di Sumberbaru Jember, sempat terkendala kondisi jenazah. Foto: Polsek Sumberbaru

JATIMNET.COM, Jember — Seorang perempuan lanjut usia meregang nyawa secara tragis setelah tertabrak Kereta Api Sri Tanjung di perlintasan rel Dusun Sadengan, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2026. 

Informasi yang dihimpun, korban bernama Mikaya alias Bu Sani (66), warga Desa Pondok Dalem, Kecamatan Semboro. Ia langsung meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi memilukan dan luka sangat parah.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, korban berjalan kaki seorang diri dari rumahnya menuju kediaman anaknya di Dusun Tayeng. Untuk mencapai tujuan, korban memilih melintas di jalur rel kereta api di Dusun Sadengan.

BACA: Polisi Telusuri Kasus Dugaan Pembuangan Bayi di Tanggul Jember, Ibu Hamil Disisir

Dari arah timur ke barat, melaju Kereta Api Sri Tanjung dengan nomor perjalanan KA 280. Diduga korban tidak menyadari atau tidak mendengar kedatangan kereta, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Kapolsek Sumberbaru AKP Joko Sumargo menjelaskan, korban saat itu tidak didampingi siapa pun. “Korban hendak berkunjung ke rumah anak dan saudaranya dengan melewati rel. Diduga tidak mendengar suara kereta yang melintas, sehingga terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Benturan keras menyebabkan kondisi tubuh korban mengalami luka fatal. Petugas gabungan bersama Polsuska dan tenaga medis mengevakuasi korban dengan hati-hati karena kondisi jenazah yang memilukan. 

Salah seorang warga, Rudianto, mengaku terkejut saat mengetahui kejadian tersebut. “Saya kaget sekali, tidak menyangka akan terjadi seperti itu. Kami semua sangat prihatin, apalagi korban sudah lanjut usia dan sendirian saat kejadian,” ungkapnya.

BACA: Pemkab Jember Siapkan Skema WFH dan Pembelajaran Fleksibel Antisipasi Kebijakan Efisiensi Energi

Usai proses evakuasi, petugas membawa jenazah korban ke ruang jenazah Puskesmas Tanggul untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga kemudian menerima jenazah dan segera memakamkannya.

"Jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkas Joko.