Logo

Harga Kerap Naik Turun, Pemkot Mojokerto Dorong Warga Tanam Cabai

Reporter:,Editor:

Senin, 04 May 2026 12:30 UTC

Harga Kerap Naik Turun, Pemkot Mojokerto Dorong Warga Tanam Cabai

Lahan cabai rawit di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Tingginya harga cabai di tingkat petani yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram disambut positif. Foto: Zulkiflie.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Harga cabai yang kerap naik turun menjadi perhatian Pemerintah Kota Mojokerto. Komoditas yang sering mengalami lonjakan akibat perubahan cuaca dan gangguan pasokan ini didorong untuk diproduksi secara mandiri oleh masyarakat melalui program cabenisasi.

Pemkot Mojokerto memperluas gerakan tanam cabai hingga tingkat kelurahan. Salah satunya dilakukan di Kampung KB Kelurahan Meri, dengan mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai menggunakan pot maupun polibag.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, fluktuasi harga cabai menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi. Sebab, komoditas tersebut memiliki pengaruh terhadap inflasi daerah.

“Cabai memang bukan bahan pokok, tapi termasuk komoditas penting yang sangat mempengaruhi inflasi. Kenaikan harga cabai sering terjadi karena faktor cuaca dan gagal panen, terutama menjelang hari besar,” ujarnya.

Menurut Ika, ketika pasokan cabai dari daerah penghasil terganggu, harga di pasaran bisa meningkat cukup signifikan. Karena itu, masyarakat didorong memiliki tanaman cabai sendiri agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

“Harapannya ketika terjadi gagal panen di beberapa daerah dan pasokan menurun, harga tidak terlalu melonjak tinggi karena warga Kota Mojokerto wis duwe lombok dewe-dewe,” katanya.

Melalui cabenisasi, setiap rumah tangga diharapkan memiliki tanaman cabai yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Gerakan tersebut juga melibatkan pemerintah kelurahan, organisasi perangkat daerah, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta TP PKK.

Selain di rumah warga, lingkungan perkantoran juga diarahkan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya cabai. Program ini menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan cabai sekaligus mengurangi tekanan kenaikan harga saat terjadi gangguan pasokan.

Dengan semakin banyak warga yang menanam cabai secara mandiri, Pemkot Mojokerto berharap ketergantungan terhadap pasokan pasar dapat berkurang dan gejolak harga cabai bisa lebih terkendali.