Harga Bawang Merah Turun, Disperindag Salahkan Petani

Zulkiflie
Zulkiflie

Jumat, 8 Februari 2019 - 18:15

JATIMNET.COM, Probolinggo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo menuding pemicu anjlloknya harga bawang merah di Probolinggo karena petani kurang bisa mengatur masa tanam.

“Salah satu pemicunya lantaran masa panen bawang merah berlangsung serentak,” kata Kadisperindag Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaedi, Jumat 8 Februari 2019.

Menurutnya, hingga kini belum ada solusi terkait merosotnya harga bawang merah di pasaran. Selain itu, kata Mahbub, juga belum ada peratuarn yang mengatur standard jual untuk komoditas ini.

BACA JUGA: Harga Bawang Merah di Probolinggo Anjlok

Mahbub menyarankan agar petani mengatur masa tanam agar panennya tidak serentak dan melimpah, sementara serapan bawang merah di Probolinggo mengandalkan UKM yang jumlahnya masih sedikit.

Selain hasil panen yang melimpah, kata Mahbub, penyebab merosotnya harga bawang merah juga karena masuknya bawang merah dari luar daerah seperti Nganjuk, Demak, yang dikirim ke Probolinggo.

“Biasanya harga turun, karena banyak bawang merah luar daerah masuk sini (Probolinggo). Tapi kalau pemerintah diminta untuk mengontrolnya, tidak mungkin karena itu kan mekanisme pasar,”pungkasnya.

BACA JUGA: Harga Bawang Merah Diprediksi Normal Pada Awal Tahun

Kadisperindag kembali menekankan, agar masa tanam bawang merah oleh petani benar-benar diatur ke depannya. Tujuannya tak lain, menghindari anjloknya harga jual bawang merah seperti saat ini.

Sebagai informasi, harga bawang merah untuk kualitas sedang di Probolinggo saat ini turun di angka Rp 10 ribu per kilogram, dari harga normal Rp 15 ribu per kilogram.

Sementara harga bawang merah berukuran kecil anjlok di harga Rp 2 ribu per kilogram, dari harga normalnya yakni Rp 7 ribu per kilogram.

Baca Juga

loading...