Rabu, 21 January 2026 12:00 UTC

Peserta pelatihan kerja sedang menjahit sepatu dalam kegiatan yang digelar di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Foto: Humas Pemkab Madiun
JATIMNET.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus berupaya menguatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di tengah menggeliatnya sektor industri di daerah tersebut.
Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan dan pemberangkatan kerja. Di awal tahun ini, pelatihan yang digelar adalah menjahit sepatu dan memasak.
Pelatihan menjahit sepatu berlangsung di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan sejak 20 Januari hingga 11 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan menyiapkan SDM agar dapat terserap di pabrik milik PT Dwi Prima Sentosa yang terletak di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng. Perusahaan tersebut merupakan produsen alas kaki dengan pasar ekspor ke Tiongkok.
Adapun pelatihan memasak dijadwalkan mulai 20 Januari hingga 11 Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan memperluas peluang kerja di sektor jasa boga, perhotelan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner maupun usaha rumahan.
BACA: Industri Berkembang, Keterampilan Angkatan Kerja di Madiun Perlu Ditingkatkan
Sedangkan program pemberangkatan kerja ditujukan bagi mereka yang berminat dan memenuhi kualifikasi untuk ditempatkan di Bandung, Jakarta dan Semarang.
“Pemberangkatan pekerja antardaerah merupakan wujud nyata dan komitmen pemerintah dalam membuka akses kesempatan kerja yang legal, aman, dan terlindungi,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurutnya, program peningkatan SDM angkatan kerja yang tengah dijalankan itu menyerap anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.
Arik berharap dengan adanya pelatihan dan pemberangkatan tenaga kerja ini, angka pengangguran di Kabupaten Madiun menurun.
