Selasa, 10 February 2026 02:30 UTC

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang didampinginya kepulangannya dari Kuala Lumpur ke Indonesia. Foto: Diskominfo Gresik.
JATIMNET.COM, Gresik – Tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik yang selama ini tumbuh di Malaysia akhirnya bisa pulang ke kampung halaman.
Mereka adalah MI, 12 tahun dan SY, 8 tahun, warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu. Kemudian, serta HA,11 tahun, warga Desa Siwalan, Kecamatan Panceng.
Kepulangan ketiga anak ini langsung didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sejak dari Negeri Jiran hingga tiba di tanah air, Senin petang, 10 Februari 226.
Perhatian ini tentu tidak berlebihan. Sebab, tiga anak itu hidup di negara tetangga tanpa memiliki dokumen resmi. Bila kondisi ini dibiarkan berlarut, masa depan mereka terancam.
Menyikapi hal ini, menurut Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani pemerintah wajib hadir. Ia menegaskan, anak-anak tak boleh menjadi korban dari proses migrasi orang tuanya.
“Anak-anak harus pulang dengan aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang jelas,” tegasnya, Selasa, 10 Februari 2026.
BACA: Ekraf Gresik Menembus Panggung Global, Gus Yani: Harus Dikembangkan
Setelah tiba di Gresik, penjemputan dilakukan oleh petugas Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama organisasi perangkat daerah terkait, camat, dan perangkat desa.
Pemkab menyiapkan pendampingan psikososial dan konseling. Sementara, untuk dokumen kependudukan juga segera diproses agar anak-anak dapat mengakses pendidikan dan layanan kesehatan di kampung halamannya sendiri.
Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah daerah. Orang tua HA, Siti Khotimah (50), mengaku bersyukur atas kepulangan anaknya.
“Alhamdulillah, tidak menyangka kepulangan anak saya didampingi langsung Pak Bupati,” ujarnya.
BACA: Gus Yani Lepas Ekspor 10 Ton Pakan Ternak Produk UMKM ke Malaysia
Kepulangan anak-anak PMI ini merupakan tindak lanjut kerja sama Pemkab Gresik dengan KBRI RI di Kuala Lumpur.
Program ini menjadi bagian dari Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang melibatkan lintas OPD untuk perlindungan PMI dan keluarganya.
Kini, Bupati Yani menyebut Gresik memiliki sekitar 5.700 PMI yang tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun, Bawean, dan Manyar.
“Masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi agar negara benar-benar hadir, tidak hanya saat warganya bekerja di luar negeri, tetapi juga saat keluarganya membutuhkan perlindungan,” pungkasnnya.
