Gus Sholah: Aksi di Bawaslu Tak Terkait Dengan Islam

Anang Zakaria

Rabu, 22 Mei 2019 - 13:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah mengatakan aksi massa yang berujung kerusuhan di depan kantor pusat Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jakarta bermuatan kepentingan politik.

“Ini nggak ada kaitan dengan bela Islam. Ini hanya soal ketidakpuasan terhadap hasil Pilpres 2019,” katanya pada Rabu 22 Mei 2019, dikutip dari NU Online.

BACA JUGA: Rusuh 22 Mei, Anies Sebut Enam Orang Tewas

Menurut dia, tak ada motif agama apa pun dalam aksi itu. Buktinya, kedua pasangan kandidat pemeluk Islam. Mengklaim penolakan hasil Pilpres 2019 sebagai aksi bela Islam, ia melanjutkan, tentu tak masuk dalam logika.

“Peserta Pemilu 2019 keduanya Islam. Kiai Ma’ruf kurang Islam apa? Jadi, ini nggak ada hubungan dengan agama,” katanya.

Ia menilai para pemuka agama dan masyarakat santri memiliki peran penting dalam mengatasi suhu sosial-politik yang memanas. Mereka punya otoritas keagamaan dan legitimasi moral untuk meredam gejolak sosial dan politik atas nama agama.

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Imbau tak Perlu Ikut People Power

Maka, ia mengajak para tokoh agama, kiai, dan santri untuk meredam suhu politik yang memanas dan menenangkan masyarakat. “Agar tidak timbul banyak korban. Syukur bisa diatasi dan tidak sampai jauh,” ujarnya.

Sementara itu, ia juga mengimbau pemerintah dan aparat keamanan mengutamakan profesionalitas dan pendekatan yang manusiawi agar tak memperbanyak korban aksi.

“Jangan sampai ada korban lagi. Sampai sekarang korbannya belum diketahui berapa banyak. Harus disetop korban lagi,” katanya.

Baca Juga

loading...