Sabtu, 20 January 2024 03:00 UTC

Fotografer beraksi mengambil gambar aktivitas olahraga di GOR Ahmad Yani, Kota Mojokerto. Foto: Dinas Kominfo Kota Mojokerto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Mohamad Ali Kuncoro serius dalam menggemakan gerakan Jatim Seneng Gerak (seger). Salah satunya dengan menyulap dan merevitalisasi Gedung Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Kota Mojokerto.
Fasilitas olahraga milik Pemkot Mojokerto tersebut kini telah berubah menjadi lebih segar dengan banyaknya desain instagramable yang membuat masyarakat semangat untuk berolahraga. Bahkan tak sedikit aktivitas olahraga yang banyak dilakukan masyarakat di sana menggugah fotografer jalanan untuk mengabadikan aktivitas para sport enthusiast di sana.
"Alhamdulillah GOR Ahmad Yani sudah kita rampungkan untuk revitalisasinya. Kini masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk berolahraga sesuai dengan minat dan kegemarannya," kata Mas Pj Ali, Sabtu, 20 Januari 2024.
BACA: Raih Predikat Kota Terinovatif IGA 2023, Pj Walikota Mojokerto Ali Kuncoro: Berkat Inovasi Berdampak
Selain kegiatan atletik, sejumlah aktivitas olahraga tampak dilakukan masyarakat di GOR Ahmad Yani termasuk gerakan dengan alat bantu atau yang diistilahkan dengan poundfit. Bahkan jumlah masyarakat yang berolahraga di sana terus meningkat dari waktu ke waktu.
"Yang menarik di GOR A. Yani juga mulai tumbuh subsektor ekonomi kreatif. Salah satunya banyak fotografer yang suka hunting foto mengabadikan aktivitas olahraga di sana. Street photography ini cukup menarik untuk semakin menggemakan gerakan Jatim Seneng Gerak dan mempromosikan Kota Mojokerto," kata Ali.
Zifa adalah salah satu street fotografer yang tampak asyik hunting foto di GOR Ahmad Yani. Menurutnya, kebiasaan masyarakat untuk berolahraga ini sangat menarik dan menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mencari cuan. Meski mulanya bukan cuan yang dicari, melainkan hobi hunting foto olahraga dari masyarakat.
"Fotografi awalnya hanya sebuah hobi, yang pada akhirnya dapat menghasilkan cuan, alhamdulillah. Karena habit (kebiasaan ) masyarakat olahraga didukung dengan perkembangan digital memungkinkan masyarakat untuk sharing terkait aktivitasnya berolahraga. Itu yang kami tangkap jadi peluang," ujarnya.
BACA: Jumat Blusukan, Mas Pj Walikota Mojokerto Sapa Warga hingga Sidak Proyek Strategis
Dalam satu bulan, Zifa menceritakan dari street photography yang sering dilakukan saat akhir pekan dapat menghasilkan cuan hingga Rp2,5 juta.
"Untuk satu foto kalau ingin dibeli biasanya kita pasang tarif Rp40 ribu. Kurang lebih satu bulan bisa dapat Rp2,5 juta," katanya.
Keberadaan fotografer jalanan ini juga membawa arti tersendiri bagi para penikmat olahraga atau sport enthusiasts. Sebagaimana disampaikan oleh Fikri salah satu anggota Mojopahit Runners. Keberadaan fotografer amatir dan profesional di GOR memberikan nilai tambah pada pengalaman lari.
"Foto-foto yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi visual, tetapi juga membangun atmosfer positif dan semangat kebersamaan di GOR. Mereka membantu menyebarkan semangat olahraga dan menunjukkan keragaman aktivitas yang terjadi di tempat tersebut," ujar Fikri.
