Minggu, 26 April 2026 16:00 UTC

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat ikut tampil dalam drama Banjaranbanger di Malam Puncak Harjakapro ke-280 Kabupaten Probolinggo, Minggu malam, 26 April 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Puncak peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ditutup dengan pagelaran drama bertajuk “Banjaranbanger” yang mengangkat asal-usul Probolinggo.
Penampilan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menambah kemeriahan pertujunkan itu. Mereka bermain peran secara jenaka berhasil menghibur warga yang memadati Alun-alun Kraksaan.
Tawa dan tepuk tangan penonton pecah sepanjang pertunjukan. Hal ini menandai antusiasme warga yang tinggi terhadap konsep hiburan yang berbeda dari biasanya.
Pagelaran ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Harjakapro yang digelar selama 10 hari penuh dengan berbagai kegiatan budaya, hiburan, hingga bazar UMKM.
Pagelaran drama bertajuk “Banjaranbanger” yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) dimainkan oleh para jajaran organisasi perangkat daerah, Minggu malam, 26 A
Kehadiran pasar ini terbukti memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi warga. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris merasa mendapatkan surprise dengan pendapatan para pelaku UMKM selama event berlangsung.
"Dari informasi sementara, teman-teman yang punya lapak bisa meraup antara Rp1,5 juta hingga Rp 3 juta per hari. Artinya, semakin banyak event akan membuka peluang dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya, Minggu malam, 26 April 2026.
Ia menyampaikan bahwa peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan. Namun, juga momentum evaluasi dan penguatan pembangunan daerah ke depan.
Ia berharap satu tahun yang telah dilewati menjadi evaluasi yang cukup kuat bagi seluruh pihak. Terutama dalam tata kelola pemerintahan, infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga sosial yang menjadi lima misi utama pemerintah daerah.
"Semoga tahun pertama ini, menjadi penyempurnaan untuk tahun kedua,” ujar pria yang akrab disapa Gus Haris ini.
----
Dalam sektor pembangunan infrastruktur, ia menegaskan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena memiliki efek berantai terhadap bidang lain.
“Kita paham masyarakat ingin perbaikan infrastruktur. Dengan jalan yang bagus, pusat produksi pangan bergerak, industri jalan, pariwisata berkembang. Ini yang terus kita dorong,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya keamanan dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah.
“Keamanan adalah nomor satu. Tanpa rasa aman, masyarakat tidak bisa bekerja dan berkreasi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menjaga Probolinggo bersama-sama, termasuk melalui konsep swakarsa di tingkat desa,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Gus Haris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Probolinggo agar semakin maju.
“Mari kita bangun Kabupaten Probolinggo bersama-sama. Dengan kebersamaan, kita akan kuat dan Probolinggo bisa menjadi lebih ‘sae’ dan jaya,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Harjakapro ke-280, masyarakat berharap kegiatan serupa terus digelar secara konsisten. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan penguat identitas budaya daerah. (adv/inforial)
