Logo

Ajak Pelajar Konsumsi Makanan Sehat, Pemkot Mojokerto Gulirkan B2SA ke Sekolah

Reporter:,Editor:

Senin, 18 May 2026 05:30 UTC

Ajak Pelajar Konsumsi Makanan Sehat, Pemkot Mojokerto Gulirkan B2SA ke Sekolah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan edukasi pola konsumsi sehat melalui Sosialisasi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di sekolah. Foto: Karina.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Edukasi pola konsumsi sehat bagi pelajar melalui sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) tengah bergulir di Kota Mojokerto.

Selasa pekan lalu, 12 Mei 2028, kegiatan itu digelar di SMP Negeri 1 Mojokerto dan SMP Negeri 5 Mojokerto. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari mengajak para siswa lebih bijak dalam memilih makanan dan jajanan sehari-hari.

Ia menjelaskan, konsep B2SA menjadi dasar penting dalam membentuk pola makan sehat sejak usia sekolah. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi pelajar harus memenuhi unsur keberagaman, gizi seimbang, serta aman dikonsumsi.

“Apa itu B2SA? Jadi makanan yang kalian makan itu pertama harus beragam, kedua harus bergizi seimbang, dan ketiga harus aman,” ujar Ning Ita di hadapan para siswa.

Ia menyebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat sejatinya telah mengacu pada konsep B2SA karena setiap dapur SPPG didampingi tenaga ahli gizi.

Namun, ia menekankan bahwa kebutuhan gizi siswa tidak hanya berasal dari program tersebut, melainkan juga dari kebiasaan jajan sehari-hari.

“Yang kalian makan setiap hari kan tidak hanya MBG. Kalian masih dapat uang saku dari orang tua dan masih jajan. Nah, uang jajan itu pilihlah makanan yang memenuhi kategori B2SA,” katanya.

Ning Ita juga mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan membeli makanan di lingkungan sekolah maupun pedagang kaki lima.

Pemerintah, kata dia, tidak melarang siswa membeli jajanan, tetapi meminta agar anak-anak lebih selektif memilih makanan yang sehat dan aman dikonsumsi.

“Memang uang jajannya boleh dibelikan makanan apa saja, tapi tolong pilihlah makanan yang sehat. Karena kesehatan kalian dan kecerdasan berpikir kalian sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh kalian,” tegasnya.

Menurut Ning Ita, konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan sekaligus menurunkan konsentrasi belajar siswa.

Para pelajar nampak antusias mengikuti sosialisasi B2SA, Dalam forum itu, mereka juga aktif bertanya. Foto: Karina

Padahal, usia remaja merupakan fase penting pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral hingga serat.

“Jangan isinya hanya karbohidrat dan protein saja, tapi juga harus ada lemak, vitamin, mineral, dan serat. Semua itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kalian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Agung Moeljono mengatakan sosialisasi B2SA menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Menurutnya, edukasi tentang pangan sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pola hidup sehat peserta didik. Melalui sosialisasi ini kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa agar lebih cerdas memilih makanan yang aman dan bergizi,” ujar Agung.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus mendorong sekolah-sekolah di Kota Mojokerto untuk menciptakan lingkungan sehat, termasuk pengawasan jajanan di kantin maupun sekitar sekolah.

“Harapannya anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki daya pikir yang baik sehingga mendukung prestasi belajar mereka,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga memotivasi para siswa untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik seperti olahraga dan seni.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas Kota Mojokerto.

“Kalau belum punya prestasi akademik, jangan berkecil hati. Gali potensi kalian di luar akademik. Yang penting ditekuni dengan konsisten dan terus-menerus,” pesan Ning Ita.

Melalui sosialisasi yang digelar serentak di dua sekolah tersebut, Pemkot Mojokerto berharap para pelajar semakin sadar pentingnya pola makan sehat dan mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta berprestasi. (adv/inforial)