Gempa Tsunami Sulteng 2018 Telan Kerugian Belasan Triliun Rupiah

David Priyasidharta

Jumat, 3 Mei 2019 - 08:43

JATIMNET.COM, Palu - Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter yang disusul tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu telah menelan kerugian material Rp 18,48 triliun dan 4.340 jiwa.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kegempaan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat gempa itu menimpa Kota Palu dan tiga kabupaten terdekat, yakni Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Kota Palu menderita kerugian material senilai Rp 8,3 triliun, Kabupaten Sigi Rp 6,9 triliun, Donggala Rp 2,7 triliun, dan Parigi Moutong Rp 640 miliar.

BACA JUGA: Buku Ekspedisi Palu Koro Diharapkan Acuan Pembangunan Sulteng

Kerugian yang paling besar di sektor permukiman di mana hampir semua bangunan di sepanjang Pantai Teluk Palu rata dengan tanah karena diterjang tsunami. Selain itu, bangunan di daerah Petobo, Balaroa, dan Sibalaya yang terkena likuifaksi serta bangunan lain yang rusak berat dan ringan akibat gempa.

"Dampak dari gempa menyebabkan kegiatan ekonomi terganggu dan hilangnya pendapatan sebagian besar masyarakat, semua kegiatan seakan lumpuh total. Akan tetapi syukurlah kondisi tersebut kini mulai pulih," kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Jumat 3 Mei 2019.

Asisten Perekonomian Sekretaris Daerah Pemrov Sulteng Bunga Elim Somba berharap seminar awal rencana aksi daerah pemulihan ekonomi pascabencana di Sulawesi Tengah pada 2019-2021 dapat melahirkan gagasan strategis.

BACA JUGA: Pasca-bencana Krisis Air Bersih Masih Dialami Warga Palu 

Dan nantinya bisa menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi ekonomi sehingga kinerja perekonomian Sulawesi Tengah semakin baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi untuk relokasi antara lain di Kelurahan Talise, Duyu, dan Pombewe. Dari 6.504 rumah yang dinyatakan hilang, Budha Tzu Chi memberikan dukungan 3.000 unit hunian tetap dan masih menyisahkan 3.504 unit.

"Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama pemerintah pusat dapat segera merealisasikan janji pemenuhan pembangunan hunian tetap serta mencairkan sisa dana stimulan dan dana santunan, mengingat saat ini status kebencanaan di Provinsi Sulawesi Tengah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi mulai 25 April 2019 sampai 25 April 2021," ujarnya. (ant)

Baca Juga

loading...