Pasca-bencana Krisis Air Bersih Masih Dialami Warga Palu 

Muhammad Taufiq

Selasa, 23 April 2019 - 18:34

JATIMNET.COM, Palu - Warga Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih pasca-bencana gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.  Krisis air bersih memang sudah sering dialami warga Kelurahan Duyu, bahkan sebelum bencana besar tersebut terjadi. Namun gempa memperburuk keadaan mereka.

"Kalau di Duyu sebelum gempa memang air sudah sangat sulit. Jadi satu-satunya sumber air warga itu dari aliran sungai. Jadi kalau hujan deras, biasanya warga tidak bisa menggunakan air sampai tiga hari karena airnya keruh," ujar Mustafa selaku Kepala Program Global Wakaf Sulawesi Tengah, Selasa 23 April 2019.

Awal Maret lalu, Global Wakaf telah membuat Sumur Wakaf di daerah tersebut, tepatnya di Masjid Al-Hijrah Kelurahan Duyu. Meski pembangunan MCK dari Sumur Wakaf belum selesai sepenuhnya di sana, untuk airnya sendiri sudah dapat digunakan oleh warga.

BACA JUGA: ACT Bangun Sumur untuk Kebutuhan Air 247 Kepala Keluarga

Mustafa menceritakan, sebelum gempa terdapat beberapa sumur bor milik warga di Kelurahan Duyu, namun hanya segelintir orang yang memilikinya. "Kalau memang kondisinya sudah sangat sulit, warga baru menumpang untuk mengambil air di tempat tetangganya yang memiliki sumur bor. Setelah gempa, sumur bor warga tidak bisa lagi diandalkan karena kondisinya yang hancur," tuturnya.

Ia juga menceritakan, pascagempa warga mengandalkan air yang dialirkan dari sungai ke rumah-rumah warga. Tetapi kendalanya, air dari sungai harus didiamkan terlebih dahulu karena kondisinya yang keruh.

"Untuk menjernihkan air ini warga butuh mendiamkannya selama satu hingga dua jam. Itu kalau sedang tidak hujan, ya. Kalau kondisi cuacanya sedang hujan, hampir tidak bisa dipakai sama sekali. Mesti disaring terlebih dahulu," katanya.

Sumur Wakaf yang dibangun pada 6 Maret 2019 ini, kini menunggu rampung. Mustafa menyebutkan, prosesnya sudah mencapai 90% selesai. Senin (22/4), proses pembangunan MCK sudah di tahap pengecatan dan pemasangan keramik, yang ditargetkan akan selesai sebelum Ramadan ini.

"Warga sangat bersyukur dengan adanya program Sumur Wakaf ini. Warga juga berharap ke depannya akan ada program-program lain dari Global Wakaf yang bisa meningkatkan kualitas hidup mereka. Mereka antusias sekali, terbukti dari gotong royong bantuan tenaga mereka dalam membangun Sumur Wakaf," kata Mustafa.

Baca Juga

loading...