JATIMNET.COM, Probolinggo - Probolinggo yang berbatasan dengan Selat Madura dan merupakan kota terbesar nomor empat di Jawa Timur, otomatis membutuhkan infrastruktur transportasi, baik darat dan laut untuk mengembangkan perekonomian.

Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN)  Capres-Cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengatakan peresmian jalan Tol Pasuruan- Probolinggo menunjukan dibukanya sebagai pintu ekspor di Jawa Timur.

Selain itu juga untuk pengembangan kawasan di pelabuhan Probolinggo guna mendongkrak denyut perekonomian di Indonesia bagian timur yang semakin kencang.

Pengusaha nasional yang ikut menyaksikan peresmian jalan tol sepanjang 40 km tersebut oleh Presiden Jokowi itu menambahkan, 
pembangunan infrastruktur seperti jalan tol atau pelabuhan akan meningkatkan aktivitas ekonomi yang merupakan fondasi bagi kemajuan
Indonesia di masa mendatang.

"Dengan adanya jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, jarak tempuh menjadi lebih cepat, 30 menit. Sehingga mobilitas pengiriman barang, jasa ke depannya meningkat," kata Erick, Rabu 10 April 2019. 

Tidak hanya itu, dengan pengembangan pelabuhan Probolinggo akan  menjadi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali yang masih merupakan destinasi wisata utama.

"Infrastruktur transportasi yang terintegrasi ini, dalam kacamata saya sebagai pengusaha, sangat luar biasa dan banyak manfaatnya. Baik itu untuk pengusaha, pertumbuhan ekonomi dan wisata," jelas Erick.

Ia menambahkan, meski di awal pembangunan infrastruktur pemerintah mendanainya melalui APBN. Namun dampak yang diharapkan akan menarik dan juga memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor yang bisa dikembangkan di Probolinggo seperti perkebunan, pertanian, hingga pariwisata.

"Inilah kesempatan bagi wirausahawan lokal, terutama di sektor perkebunan modern dan pariwisata untuk mengambil kesempatan. Dan saya  menilai, pemerintahan Jokowi sudah mendukung kesiapan sumber daya manusia di Probolinggo dan daerah lainnya melalui penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) di Probolinggo, untuk pembaruan kejuruan dan materi training serta sertifikasi bagi calon pekerja. Atau Kartu Pra-Kerja yang punya tujuan sama, serta pemberian modal usaha," tambah Erick.

Dia mengharapkan agar generasi muda Probolinggo ikut  mengambil peran dalam membangun Indonesia yang lebih maju. Berkembangnya ekonomi kreatif di berbagai sektor harus benar dimanfaatkan untuk menjadi industri yang bermanfaat bagi banyak orang. Terlebih, dukungan untuk menuju industri 4.0 saat ini sudah semakin memadai.

"Banyak sekali peluang industri kreatif yang di dominasi anak muda. Baik itu kuliner, wisata, atau lainnya. Saya senang di Probolinggo,
 sejak lama sudah ada bisnis pengolahan sampah kota yang mencapai 50 ton setiap harinya. Hal seperti itu yang harus ditiru dan diperbanyak karena dukungan infrastruktur untuk memudahkan kegiatan usaha semakin banyak," ucapnya.