Selasa, 03 November 2026 09:08 UTC

BPBD Jatim mempersiapkan mesin Early Warning System (EWS) pendeteksi longsor tanah, Selasa, 3 November 2026. Foto: Humas BPBD Jatim
JATIMNET.COM, Surabaya – Bencana banjir dan tanah longsor melanda enam kabupaten di Jawa Timur pada Senin, 2 November 2026. Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah sejak Minggu malam, 1 November 2026, memicu rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut.
Enam daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Bencana itu menyebabkan ribuan warga terdampak, sejumlah rumah rusak, serta akses jalan di beberapa lokasi terputus. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan, hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama bencana. Peningkatan debit Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru juga memicu banjir di sejumlah wilayah.
"Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu. Selain itu, aliran Sungai Gilidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut," kata Satriyo, Selasa, 3 November 2026.
Di Kabupaten Lumajang, banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. BPBD memperkirakan jumlah warga terdampak di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari 1.100 jiwa.
Di Kecamatan Jatiroto, genangan setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam permukiman di Dusun Persil, Desa Rojopolo. Banjir menggenangi wilayah RW 09, 10, dan 11 dengan jumlah warga terdampak sekitar 500 jiwa.
Sementara itu, banjir dan tanah longsor melanda enam desa di Kecamatan Tempursari. Keenam desa tersebut adalah Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari. Sekitar 600 jiwa terdampak, termasuk 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari yang terisolasi akibat akses jalan terputus oleh derasnya arus Sungai Glidik.
"Selain itu, tiga rumah warga dilaporkan mengalami ambruk pada bagian teras, dan kerusakan tanggul juga tercatat di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian," ujarnya.
Banjir dan Longsor Juga Terjadi di Malang hingga Banyuwangi
Di Kabupaten Malang, luapan sungai merendam Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Ketinggian air di kedua wilayah tersebut mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Hujan lebat juga memicu tanah longsor di empat kecamatan, yakni Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Material longsor menutup sejumlah ruas jalan raya sehingga menghambat arus lalu lintas.
"Dampak tanah longsor hanya di jalan raya, lalu lintas terganggu, korban jiwa nihil," kata Satriyo.
Di Kabupaten Pacitan, longsor terjadi di Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, pada Senin pagi. Material tanah dari tebing menimpa dinding rumah warga dan menyebabkan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan.
Longsor juga terjadi di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Dinding sawah sepanjang 14 meter dengan tinggi sekitar empat meter ambrol. Material tanah kemudian menimpa tembok rumah warga hingga menyebabkan kerusakan bangunan.
Sementara itu, luapan Sungai Silo sempat menggenangi jalan penghubung antardesa di Dusun Kebun Langsep, Kabupaten Jember. Namun, air telah surut sepenuhnya sehingga kondisi di lokasi tersebut kembali normal.
Di Kabupaten Banyuwangi, banjir menggenangi permukiman warga di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru. Ketinggian air berkisar 10 hingga 25 sentimeter. Genangan terjadi akibat saluran drainase tersumbat dan menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan ringan.
BPBD Jawa Timur bersama BPBD kabupaten bergerak menangani dampak bencana di sejumlah lokasi. Petugas melakukan penanganan darurat, memantau wilayah terdampak, serta mendata kerusakan dan kebutuhan warga.
Satriyo mengatakan, tim gabungan masih bersiaga untuk membersihkan material longsor, memantau debit sungai, dan membantu membuka kembali akses jalan yang terputus. Petugas juga menyiapkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
"Meski sebaran wilayah terdampak cukup luas, kami memastikan tidak ada korban jiwa dari seluruh rangkaian kejadian bencana tersebut," pungkasnya.
