Emil Dorong Milenial Perbanyak Startup untuk Kembangkan SDM Jatim

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 23 April 2019 - 13:29

JATIMNET.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta agar generasi milenial mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang teknologi atau startup (perusahaan rintisan). Oleh karena itu komunitas startup diharapkan bisa bersinergi dengan program yang akan dijalankan di Jatim nantinya.

“Teman-teman semua bisa menuliskan startup apa saja yang sudah ada. Nantinya diserahkan ke pemprov untuk pendataan dan pencocokan,” kata Emil saat memberikan sambutan di acara Cangkrukan Seduluran Startup se-Jatim 2019 (Jatim 2019.CSS) di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), Selasa 23 April 2019.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong agar generasi muda gencar merealisasikan ide yang dibuatnya. Upaya itu tidak lepas dari populasi generasi milenial di Jatim yang cukup banyak. Oleh karena itu, potensi munculnya ide-ide inovasi akan semakin banyak dan kreatif.

“Apalagi dari sisi market sudah cukup terjangkau. Baik konektivitas intrastruktur dan juga teknologinya," katanya.

BACA JUGA: Ini 16 Pemuda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes

Ia juga menjelaskan untuk merintis usaha startup harus melalui beberapa step (langkah). Upaya ini dilakukan untuk mengetahui tingkat daya tarik calon konsumen.

Startup, menurut Emil, harus memasarkan produk langsung ke konsumen. Tujuannya untuk memperoleh feedback (umpan balik) yang digunakan untuk evaluasi produk.

“Saya ceritakan pengalaman saya waktu di Harvard punya ide menyewakan gaun, bagaimana mereka mengujinya step by step supaya tahu potensinya. Tidak langsung loncat ke bentuk terakhir. Pertama sekadar nyewain gaun, kedua pakai katalog, ketiga, saat tidak ada yang pegang pakai digital," kata Emil.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Jatim 2019 CSS, Tigor Tambunan mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk pertemuan fisik (kopdar) penggiat startup se-Jatim.

“Kami sering ngobrol di media digital, dan kami membutuhkan wadah untuk ketemu dengan tujuan untuk berkolaborasi," katanya.

BACA JUGA: Gojek Naik Pangkat Jadi Decacorn

Tigor menjelaskan perkumpulan ini nantinya bisa membantu pembangunan ekonomi digital di Jawa Timur.

Ia mengaku dalam komunitasnya terdapat 257 orang yang tergabung. Dan yang menghadiri kegiatan ini sebanyak kurang lebih 30 orang. Sejalan dengan itu, kegiatan ini diikuti 30 orang dari 257 member.

“Peserta yang hadir dari berbagai daerah seperti Malang, Sidoarjo, Gresik, Jember, Surabaya dan beberapa kota lainnya,” kata Tigor.

Adapun beberapa startup yang sudah tergabung dalam komunitas ini meliputi PFSID, Indigo, Jobhun, GeCo, INOBI, Smart Canteen Machine, TGTech, Robries Filament dan beberapa startup lainnya.

Baca Juga

loading...