Gojek Naik Pangkat Jadi Decacorn

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 10 April 2019 - 10:36

JATIMNET.COM, Surabaya – Analis bisnis global CB Insight menulis Gojek dalam daftar “Global Unicorn Club”, bersama 326 perusahaan rintisan lain, yang bernilai di atas USD 1 miliar.

Gojek berada di urutan ke 18, dengan valuasi nilai sebesar USD 10 miliar. Nilai itu menempatkan Gojek naik pangkat jadi Decacorn, bersama 20 perusahaan privat lain, dalam daftar tersebut.

Cb Insight menyebut, jumlah startup yang masuk di daftarnya terus meningkat sejak tahun 2017.

Dimulai dari 71 perusahaan di tahun 2017, meningkat 67 persen menjadi 190 perusahaan di tahun 2018, dan bertambah menjadi 326 startup tahun ini, dilansir dari laman Cb insight, Rabu 10 April 2019.

BACA JUGA: Yayasan Next Indonesia Unicorn Resmi Dibentuk

Cb membagi daftar startup berdasarkan 13 kategori, dari perusahaan rintisan keamanan siber, media, travel tech, auto tech, data analis, sosial, hardware, on demand, kesehatan, fintech, e-commerce, layanan software internet, dan lain-lain.

Kategori lain-lain meliputi perusahaan yang bergerak di bidang real estate, ed tech, energi terbarukan, luar angkasa, dan yang lain. 

Bytedance dalam kategori media, terpilih sebagai startup dipuncak daftar, dan masuk dalam kategori perusahaan paling berharga atau Most Valuable Company. Valuasi nilainya sebesar USD 75 miliar, setelah mendapat suntikan investasi dari SoftBank, pada November 2018.

Bytedance diikuti rival Gojek, yaitu Uber dengan valuasi nilai USD 72 miliar, kemudian Didi Chuxing juga dari kategori on demand, dengan nilai USD 56 miliar, serta startup co-working Wework dengan nilai USD 47 miliar.

BACA JUGA: Startup di Indonesia Berawal dari Cocroach Sebelum Jadi Unicorn

Gojek sendiri berada di kategori on demand, kategori dengan jumlah startup mencapai 26 perusahaan di daftar Cb insight.

Secara keseluruhan, Gojek termasuk di antara 20 perusahaan privat yang berstatus decacorn, dalam daftar tersebut.

Sementara, sekitar 30 persen perusahaan dalam daftar tersebut, masuk dalam kategori unicorn dengan valuasi USD 1 miliar.

Dalam sebaran geografis, perusahaan asal Amerika Serikat mendominasi dengan menguasai  48 persen perusahaan, naik 1 persen dibandingkan hasil analisis di Agustus 2018.

BACA JUGA: Begini Kata Menkominfo soal Investasi Unicorn di Indonesia

Disusul dominasi perusahaan asal Cina di peringkat kedua, dengan jumlah perusahaan mencapai 28 persen, turun 2 persen dalam kurun waktu yang sama.

Peringkat ketiga ada United Kingdom mencapai 5 persen dengan 17 Unicorn, disusul India sebesar 4 persen dengan 13 Unicorn.

Prestasi Gojek yang naik pangkat mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"Alhamdullilah dan saya rasa kita turut bangga. Mengapa? karena bukan hanya jadi milestone bagi nasional, tetapi, juga regional," kata Menkominfo saat ditemui di Pangandaran, Selasa 9 April 2019.

BACA JUGA: Investor Mulai Incar Database Unicorn Indonesia

Gojek diketahui tidak hanya beroperasi di Indonesia saja, namun juga beberapa negara lain seperti Singapura, Vietnam dan Thailand.

Ekspansi Gojek di Asia Tenggara, menurut Rudi, menjadi bukti kepercayaan investor dalam negeri maupun asing.

Dalam daftar tersebut, selain Gojek, ada pula beberapa startup asal Indonesia, seperti Tokopedia dengan nilai USD 7 miliar, Traveloka Indonesia senilai USD 2 miliar, dan Bukalapak senilai USD 1 miliar. (pit/ant)

Baca Juga

loading...