Embung Kering, Warga Gunung Tugel, Probolinggo Kesulitan Air

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Jumat, 2 Agustus 2019 - 22:15

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sejak memasuiki musim kemarau, sebuah embung (tempat penampungan air) yang berlokasi di Curah Bindo, Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo mengering.

Warga yang tinggal di sekitar embung, Mulyadi mengatakan, keringnya embung sudah terjadi sejak empat bulan lalu. Akibatnya, warga terpaksa mencari pasokan air dari sumur bor yang berada di desa seberang dengan jarak sekitar 2 kilometer.

Menurutnya, warga terpaksa lantaran tak ada pilihan lain untuk mendapatkan air. Apalagi, kata Mulyadi, pasokan air tak hanya penting bagi kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk perawatan hewan ternak.

BACA JUGA: Warga Bondowoso Dapat Pasokan 148 Ribu Liter Air Bersih

“Saat embung ada airnya biasanya untuk minum ternak ambil ya di sana. Tapi karena sekarang mengering terpaksa ambilnya ke luar desa. Kalau sehari bisa 3 sampai 5 kali ambil air, karena di sini belum ada sumur bor,” ungkap Mulyadi, Jumat 2 Agustus 2019.

Mulyadi menjelaskan, air yang didapatkan dari desa seberang tidak gratis. Warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 15 ribu tiap bulan, sebagai iuran listrik penggunaan sumur bor.

BACA JUGA: Pesantren Kekeringan, Santri Azzahidin Sampang Dipulangkan

Sementara Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi menyebut, jika pihaknya baru hari ini mendapatkan laporan adanya permintaan air bersih di Desa Gunung Tugel.

Menyikapi hal itu, langkah awal BPBD segera mengirimkan bantuan pasokan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Dijadwalkan pengiriman air bersih sendiri dilakukan Sabtu 3 Agustus 2019.“Baru tadi dapat laporan. Tentu segera kami kirimkan truk tangki air bersih ke lokasi terdampak. Dan bila nanti kurang, BPBD akan tambah pasokan airnya sampai warga tercukupi,” jelas Anggit.

Baca Juga

loading...