Logo

Dugaan Teror Kebakaran Misterius di Jenggawah, Warga Resah dan Keluarga Korban Trauma

Reporter:

Minggu, 29 March 2026 13:01 UTC

Dugaan Teror Kebakaran Misterius di Jenggawah, Warga Resah dan Keluarga Korban Trauma

Ilustrasi rumah terbakar. Pixabay

JATIMNET.COM, Jember – Serangkaian kebakaran misterius yang terjadi berulang di Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember, memicu keresahan warga dan trauma bagi keluarga korban. Dalam kurun waktu singkat, rumah milik Misiana tercatat sudah lima kali terbakar dengan pola kejadian yang serupa.

Petugas Damkarmat menduga ada faktor teknis yang memicu kebakaran. “Kami menduga terdapat gas, seperti biogas, yang terperangkap di bawah lantai rumah. Apalagi septic tank sebelumnya dipindah tanpa ventilasi, sehingga gas bisa terakumulasi dan berpotensi memicu api,” ujar Affan Nasir.

Namun demikian, petugas belum menemukan sumber penyalaan yang pasti. Selain dugaan teknis, kemungkinan faktor lain juga masih terbuka. “Kami menyarankan pemasangan CCTV secara tersembunyi untuk memastikan apakah ada faktor lain, termasuk kemungkinan unsur kesengajaan,” ujarnya. 

BACA: Kebakaran Misterius Kembali Terjadi di Jenggawah, Rumah Warga Terbakar untuk Kelima Kalinya

Kondisi ini membuat keluarga korban hidup dalam ketakutan. Rumah tersebut dihuni empat perempuan, yang sempat memilih tidur di teras selama sepekan setelah kebakaran sebelumnya terjadi. Meski sempat kembali masuk rumah, insiden kebakaran kembali terulang dengan skala lebih besar.

Kekhawatiran akan keselamatan membuat keluarga mempertimbangkan untuk meninggalkan rumah tersebut. Anak korban bahkan telah menyarankan agar mereka pindah demi menghindari risiko yang lebih fatal. 

BACA: Motor Kesayangan Tercebur ke Kolam, Pemuda di Jember Rela Jaga 2 Malam Demi Kendaraan

Keresahan juga dirasakan warga sekitar. “Kami merasa cemas karena kejadian ini sudah berulang lima kali dan belum diketahui penyebabnya. Kami khawatir kalau api muncul lagi dan semakin besar,” kata warga setempat.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan. Petugas berharap ada perhatian dari pemerintah dan instansi terkait, tidak hanya untuk perbaikan rumah, tetapi juga pendampingan psikologis bagi keluarga korban.