Dugaan Korupsi YKP, Kajati Periksa Ketua DPRD Surabaya

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 14 Juni 2019 - 15:52

JATIMNET.COM, Surabaya – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memeriksa sekitar 10 saksi kasus dugaan korupsi pengurus Yayasan Kas Pembangunan (YKP) sejak pekan ini.

Sejumlah saksi akan terus dihadirkan untuk dimintai keterangan, salah satunya Ketua DPRD Surabaya Armuji, yang dijadwalkan diperiksa pada Senin 17 Juni 2019.

“Hari ini sudah ada pemeriksaan, yang pertama dari pihak Pemkot, ada dari yayasan, PT, sementara begitu,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarta, pada wartawan, Jumat 14 Juni 2019.

Pemanggilan dan pemeriksaan saksi menurutnya akan dilanjutkan pada Senin dan Selasa, serta beberapa hari lain di minggu depan. Sejumlah nama yang akan diperiksa di antaranya Kepala DPRD Surabaya Armuji. “Pak Muji, Senin,” katanya.

BACA JUGA: Privatisasi Aset Pemkot, Kejati Periksa Dugaan Korupsi Dua Pengurus YKP

Sejumlah materi ditanyakan dalam pemeriksaan yang telah berlangsung sejak hari ini. Kajati pindahan dari Nusa Tenggara Timur itu menyebut beberapa pertanyaan seperti catatan audit YKP.

Menurutnya, sebagai aset pemkot, YKP rutin diaudit oleh inspektorat. “Kan yayasan itu bagian dari pemkot, kalau swasta kan tak mungkin diaudit. Ada audit rutin tahunan dari inspektorat,” katanya.

Soal audit, menurutnya juga dibenarkan salah satu saksi yang diperiksa.

Selain audit, hasil pemeriksaan juga menemukan nilai dugaan korupsi yang terus berkembang. Dimulai dari pembentukan awal di tahun 1954, kemudian setoran yang masuk, hingga adanya fasilitas tanah lebih dari 3 ribu persil bidang, yang digunakan untuk perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

BACA JUGA: Kejati Jatim Cekal Lima Pengurus YKP dan PT Yekape

Namun, Sunarta tak memberikan jumlah pasti berapa nilai kerugian dalam dugaan korupsi PT. Yekape dan Yayasannya.

“Triliunan lah, tapi kami tidak kompeten untuk mencari nilai ini, kami mencari ada tidaknya pelanggaran hukumnya. Dan ada bukti awal untuk menetapkan bahwa ini adalah tindak pidana. Tapi untuk mencari siapa yang bertangung jawab, ya masih kami selidiki sekarang,” katanya.

Selain memeriksa saksi, pihaknya juga telah memblokir lebih dari tujuh rekening atas nama YKP dan juga PT. Yekape. Pemblokiran dilakukan untuk mencegah adanya pergerakan dalam rekening itu.

Namun, ia menolak menyebutkan berapa nilai uang yang tersimpan dalam rekening yang telah diblokir itu.

BACA JUGA: Korupsi PT Yekape Disidik Kejati, Kuasa Hukum: Dasarnya Apa?

“Kami hanya mengamankan aja dulu, soal besarnya, kami belum masuk ke situ, belum ada untuk menembus rahasia bank,”.

Pemeriksaan saksi dilakukan mengikuti penggeledahan kantor YKP untuk mengamankan dokumen sebagai alat bukti, pada Selasa 11 Juni 2019 lalu.

“Penggeledahan ini dilakukan semata-mata agar aset recovery nanti gampang dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga

loading...