DKPP Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Bawaslu Surabaya

Baehaqi Almutoif

Jumat, 24 Mei 2019 - 15:33

JATIMNET.COM, Surabaya - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Bawaslu Surabaya, Jumat 24 Mei 2019 di Gedung KPU Jawa Timur.

Dugaan pelanggaran terkait rekomendasi pemungutan suara ulang ini dilaporkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Whisnu Sakti Buana kepada DKPP RI beberapa waktu lalu.

Anas Karno, kuasa hukum pelapor mengatakan pihaknya menyoal dua hal yang menjadi masalah pelenggaran kode etik. "Dua hal sebenarnya yang jadi masalah pelanggaran kode etik, yakni rekomendasi penghitungan ulang dan surat tambahan screenshot," ujarnya usai sidang.

Menurut Anas, rekomendasi penghitungan ulang di tingkat TPS menunjukkan bahwa Bawaslu Surabaya tidak profesional. "Seharusnya masalah kecil seperti itu bisa diselesaikan di tingkat TPS," ujarnya.

BACA JUGA: PDIP Laporkan Bawaslu Surabaya ke DKPP

Anas menilai ada tahapan yang tidak dijalankan dalam rekomendasi tersebut. Rekomendasi itu, kata dia, harusnya dikeluarkan setelah seluruh rekapitulasi tingkat kecamatan selesai.

"Soal screenshot (WhatsApp) tentang keterlibatan ketua Bawaslu Surabaya Hadi Sumargo, Agil juga rekannya. Ada indikasi memenangkan salah satu calon," tuturnya.

Sementara Majelis DKPP yang dipimpin langsung Ketua DKPP RI Harjono meminta terlapor dan pelapor untuk menyiapkan kesimpulan sidang dalam lima hari ke depan. Laporan tersebut nantinya menjadi bahan untuk sidang pleno di DKPP RI.

"Ini proses pemeriksaan, proses tersebut akan diakhiri dengan pleno di Jakarta bersama kasus yang lain. Hasil di sini (sidang di KPU Jawa Timur), lalu di bahas di sana (DKPP RI)," kata Harjono.

Komisioner Bawaslu Yaqub Baliya tidak bersedia berkomentar terlalu banyak soal sidang perkara itu. Ia memilih menyerahkan semua keputusan kepada Majelis DKPP.

BACA JUGA: DKPP, KPU, Bawaslu Surati MA Bahas Eks Napi Koruptor Maju Caleg

"Kami punya waktu lima hari untuk menyiapkan kesimpulan. Saya tidak bisa komentar (soal keterangan saksi)," jawab Yaqub.

Yaqub mengklaim semua rekomendasi hitung ulang sudah dilaksanakan sesuai prosedur yang ada.

Sidang DKPP RI menghadirkan sejumlah saksi diantaranya Ketua DPRD Surabaya Armuji, Ketua Panwascam Asem Rowo non aktif Irfan, dan mantan ketua sekretariat Bawaslu Surabaya Alfa Rachmawan.

Sedangkan dari pihak terlapor ada Ketua Bawaslu Surabaya Hargo Sambodo, serta empat Komisioner Bawaslu Surabaya Agil Akbar, Hidayat, Usman, dan Yaqub Baliya.

Baca Juga

loading...