Pada Aksi 22 Mei

Media Asing Soroti Jakarta jadi Lautan Batu 

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Kamis, 23 Mei 2019 - 13:41

JATIMNET.COM, Jakarta – Sebagian ruas jalan Jakarta terlihat tenang setelah dua hari dilanda kerusuhan aksi massa pada 21-22 Mei 2019. Kerusuhan itu sebagai bentuk penolakan hasil rekapitulasi KPU yang mengumumkan Joko Widodo memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

Channelnewsasia.com, Kamis 23 Mei 2019 melaporkan jalanan ibu kota sempat dipenuhi dengan peluru karet, gas air, mata dan batu yang berserakan. Para pengunjuk merusak lembaran trotoar untuk digunakan aksi pelemparan, kemudian menghancurkan rambu-rambu jalan dan membakar kios-kios makanan serta pos-pos keamanan.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan enam orang tewas dalam aksi massa yang puncaknya terjadi pada 22 Mei 2019 malam. Selain itu, tiga rumah sakit merawat 350 orang dengan luka-luka.

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Dorong Jokowi dan Prabowo Bertemu

Begitu juga dengan Theguardian.com turut menyoroti kerusuhan di jalan protokol Jakarta. Media berbasis di Inggris itu menulis sedikitnya 30 ribu personel dari TNI maupun Polri diterjunkan untuk menghalau kerusuhan.

“Kami damai, tidak berkhianat. Data pemungutan suara telah dimanipulasi dan hak suara kami berkurang. Kami menginginkan keadilan,” teriak Rusli (46) warga Jakarta, yang turut dalam aksi massa tersebut, laporan The Guardian, Kamis 23 Mei 2019.

The Guardian juga melaporkan sejumlah ruas jalan protokol di Jakarta yang dijadikan aksi massa berubah menjadi lautan batu, peluru karet, dan gas air mata.

Aksi massa ini menolak kemenangan Joko Widodo yang ditetapkan KPU dengan perolehan suara mencapai 55 persen. Calon petahana itu mengumpulkan 85 juta suara dari 154 suara yang masuk pada Pilpres 17 April kemarin.

BACA JUGA: Kapolrestabes: Jangan Membuat Isu yang Membuat Anak Sekolah Takut

Adapun kantor berita Malaysia Bernama melalui Malaysiakini.com, Kamis 23 Mei 2019 melaporkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang kalah dapam pilpres meminta pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan.

Tetapi banyak pengamat dan analis politik justru menyalahkannya. Dalam sebuah pidatonya dan aksi-aksinya dinilai menyebakan kerusuhan pasca pemilihan umum.

Sebelumnya mantan menantu Presiden Soeharto itu mengumumkan telah memperoleh suara 66 persen kemudian direvisi. Selanjutnya Prabowo memboikot hasil pemilu pada 25 Mei 2019.

Dalam laporannya Malaysiakini.com menyebutkan sejumlah pengamat politik meminta Prabowo mendekati pengunjuk rasa, untuk tidak melakukan kekerasan dan memainkan peran penting dalam pemulihan ketertiban umum serta stabilitas politik Indonesia.

Baca Juga

loading...