Dituding Mata-mata oleh Amerika, Huawei Kembangkan Teknologi 5G dengan Rusia

Anang Zakaria

Jumat, 7 Juni 2019 - 11:45

JATIMNET.COM, Moskow – Di tengah memburuknya hubungan dengan Amerika, karena tuduhan mata-mata, perusahaan telekomunikasi asal Cina, Huawei meneken kerja sama dengan perusahaan layanan internet dan telepon seluler terkemuka Rusia.

Kedua perusahaan sepakat melakukan "pengembangan teknologi 5G dan peluncuran percobaan jaringan generasi kelima pada 2019 dan 2020".

Tak ada keterangan kapan penandatangan kedua perusahaan terjadi. Tapi Kantor Berita Antara memberitakan, penandatangan itu berlangsung di Kantor Kepresidenan Rusia di Kremlin. “Di sela-sela kunjungan tiga hari Presiden Cina Xi Jinping yang menghadiri upacara tersebut bersama Presiden Rusia Vladimir Putin,” demikian tertulis pada Kamis 6 Juni 2019.

BACA JUGA: Amerika Serikat Bantu Provider Lokal Blokir Huawei dan ZTE

Berdasarkan kesepakatan itu, kedua perusahaan berkewajiban membangun rencana 2019-2020 tentang penerapan teknologi 5G dan jaringan internet dengan menggunakan infrastruktur MTS. Mereka juga akan mengembangkan jaringan komersial LTE dan meluncurkan zona uji coba dan melakukan percobaan jaringan 5G untuk bermacam penggunaan, termasuk prasarana.

Upacara penandatangan berlangsung bersamaan dengan percakapan video internasional pertama, dengan menggunakan jaringan 5G Rusia, yang menghubungkan St. Petersburg dan Ibu Kota Finlandia, Helsinki.

BACA JUGA: Penggguna Huawei di Indonesia Cemas Ponselnya Alami Kendala

Dengan dalih keamanan, Amerika menuding Huawei memiliki hubungan terlalu dekat dengan pemerintah Cina. Sehingga pemerintah Amerika melarang Huawei beroperasi di wilayahnya, serta menekan negara-negara sekutunya agar mengambil langkah yang sama.

Amerika menyatakan bahwa perusahaan itu bekerja dengan pemerintah China dan memasang fitur-fitur sistem komputer pada peralatannya, sehingga Beijing dapat menggunakannya untuk melakukan pemata-mataan dan serangan siber. Pemerintah dan perusahaan China itu telah membantah tuduhan tersebut

Akibat larangan pemerintah Amerika, Google memutus dukungan Android bagi produk-produk Huawei, serta pabrik mikrocip berhenti menjual produk mereka ke perusahaan raksasa Cina itu.

Baca Juga

loading...