
Reporter
A. BaehaqiJumat, 6 November 2020 - 03:00
Editor
Bruriy Susanto
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Grafis: Badan Pusat Statistik
JATIMNET.COM, Surabaya - Kelapa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Drajat Irawan mengakui pertumbuhan ekonomi wilayahnya ditopang tiga sektor penting. Masing-masing pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Sayangnya ketiga sektor tersebut, kata dia, selama pandemi Covid-19 turun cukup tajam. Industri pengolahan yang biasanya rata-rata tumbuh sebesar 6 persen hingga 8 persen justru terkontraksi sebesar minus 2,1 persen.
Sedangkan sektor perdagangan yang biasanya tumbuh sebesar 6 persen menjadi turun sebesar -4,9 persen akibat pandemi Covid-19. "Pemerintah Provinsi melakukan berbagai langkah strategis untuk kembali mendongkrak kinerja tiga sektor itu," kata Drajat, Kamis 5 November 2020.
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Jatim Terkontraksi Lebih Tinggi dari Nasional
Terhambatnya ketiga sektor ini, menurut Drajat, cukup mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Jatim. Pasalnya, ketiganya memiliki sumbangan besar baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Pada pertanian misalnya, sumbangsihnya mencapai 13,04 persen. Kemudian sektor industri pengolahan sebesar 22,8 persen dan perdagangan sebesar 20,49 persen.
Drajat pun mengaku tengah menggenjot pertumbuhan tiga sektor ini. Diantaranya, dengan membangun pasar, pameran dan inovasi. "Membangun pasar karena pergerakan ekonomi harus ada pasar, baik secara daring dan luring atau dengan bermitra dengan provinsi lain," terangnya.
BACA JUGA: Pemerintah Prediksi Ekonomi Membaik di Kuartal 3 Tahun 2020
Pihaknya mengklaim sejak Juni 2020 dan sampai sekarang telah melakukan upaya meraih pasar dengan nilai mencapai Rp1 triliun. Hasil itu didapat dari perdagangan antar provinsi. Drajat sadar sebenarnya ketergantungan provinsi lain pada produk Jatim cukup tinggi, mencapai 80 persen, sehingga harus dimaksimalkan.
Selain itu, Disperindag Jatim juga menggelar pameran. November lalu Jatim Fair 2020 digelar.
Sekadar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim merilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 terkontraksi sebesar 3,75 persen dibandingkan triwulan III 2019.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sampai dengan triwulan III-2020 (C to C) juga terkontraksi 2,29 persen. Namun secara triwulan II 2020 (Q to Q), perekonomian Jawa Timur mengalami pertumbuhan sebesar 5,89 persen.