Dinkes Ponorogo Bebaskan Korban Pasung dengan Kikis Stigma Buruk

Gayuh Satria Wicaksono

Selasa, 23 April 2019 - 09:58

JATIMNET.COM, Ponorogo – Dinas Kesehatan Ponorogo mencatat sebanyak 14 orang terpasung sejak tahun 2018. Dinkes terus mengupayakan bebas pasung, bagi penderita yang tersebar di seluruh Ponorogo.

“Saat ini terus kita upayakan untuk bebas pasung berbasis masyrakat, kita menyiapkan masyarakat terutama keluarganya,” Kata Kadinkes Ponorogo Rahayu Kusdarini, Selasa 23 April 2019.

Irin sapaan akrabnya menjelaskan, jika hal terpenting dalam pembebasan mantan pasung adalah menyiapkan lingkungannya. Beberapa penyebab kegagalan membebaskan korban pasung tidak lepas dari peran masyarakat disekitarnya.

Hal ini disebabkan, stigma masyarakat yang buruk terhadap mantan pasung yang baru saja dibebaskan.

BACA JUGA: Ratusan ODGJ di Jatim Masih Terpasung

Akibatnya, mantan pasung akan kembali dikucilkan, dan dikhawatirkan akan kembali mengamuk, dan berbuat onar.

“Untuk itu paling penting kita siapkan masyarakatnya dulu untuk bisa merima dan berkomunikasi serta bersosialisasi,” jelasnya.

Selain itu, pemahaman terhadap keluarga, untuk memberikan kepercayaan pada mantan pasung, sangatlah penting. Keluarga harus percaya jika mantan pasung tidak akan mengamuk dan berbuat onar di masyarakat.

“Meskipun petugas kami sudah melakukan pengobatan, akan tetapi dari pihak keluarga masih takut melepas,” terangnya.

BACA JUGA: Tujuh Pasien RSJ Menur Salurkan Hak Pilih

Saat ini, Dinkes Ponorogo terus mengedukasi keluarga dan masyarakat, dengan menggandeng babinsa dan babinkantibmas.

Petugas kesehatan desa juga dilibatkan untuk memantau korban pasung agar bisa dilepas.

Bahkan di Puskesmas Desa Paringan, Kecamataan Jenangan, telah ada progam Posyandu khusus bagi para mantan pasung.

Pada kegiatan ini, para mantan pasung yang sudah stabil dikumpulkan untuk bisa bersosialiasi bagaimana berkumpul dengan masyarakat.

BACA JUGA: TPS Keliling Fasilitasi Hak Politik Pasien dan Tahanan

“Disini mereka kita ajari cara bersosialisasi, keterampilan dan kita adakan kegiatan seperti bernyanyi bersama,” imbuhnya.

Menurut data Dinkes Ponorogo, sejak 2016 tercatat 89 orang korban pasung. Jumlah itu terus menurun pada 2017, menyisakan 54 orang.

Baca Juga

loading...