Kamis, 08 December 2022 04:20 UTC

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak
JATIMNET.COM, Probolinggo – Video Kepolisian Sektor (Polsek) Gading, Kabupaten Probolinggo, menangkap tujuh orang pemuda viral di jejaring media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu tampak diduga orang tua pemuda yang ditangkap pingsan setelah anaknya diangkut menggunakan kendaraan patroli petugas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketujuh pemuda yang ditangkap merupakan para pelaku rudapaksa terhadap perempuan berusia di bawah umur warga Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Peristiwa bermula korban yang berusia 15 tahun selepas pulang sekolah dijemput oleh F, salah satu pelaku, Selasa siang, 6 Desember 2022. Bukannya diantarkan pulang ke rumahnya, korban malah dibawa ke sebuah hutan di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading.
BACA JUGA: Dicekoki Miras, Pelajar di Probolinggo Jadi Korban Rudapaksa Teman Sebaya
Lalu korban diajak bergabung pesta minuman keras bersama enam pemuda lainnya. Korban dipaksa ikut menenggak minuman keras hingga semuanya teler.
Sekitar pukul 18.30 WIB, muncul niatan para pelaku untuk melakukan rudapaksa terhadap korban. Korban kemudian dipaksa melayani nafsu birahi para pelaku secara bergantian. Meski menolak, korban tidak bisa berbuat banyak lantaran masing-masing pelaku telah memegangi tubuh korban.
Para pelaku memegangi kepala, tangan, dan kaki korban tidak bisa melawan. Setelah diperkosa, korban kemudian pulang ke rumahnya dan menceritakan apa yang dialami ke orang tuanya.
BACA JUGA: Modal Uang Rp20 Ribu, Pria Paruh Baya di Probolinggo Lakukan Rudapaksa Anak Dibawah Umur
Karena tidak terima, orang tua korban mendatangi rumah salah satu pelaku, Rabu, 7 Desember 2022. Di situlah akhirnya terjadi keributan sampai kemudian didatangi petugas Polsek Gading.
Mendapati informasi itu, Polsek Gading kemudian mengamankan ketujuh terduga pelaku dan dibawa ke Mapolres Probolinggo.
Dikonfirmasi itu, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan jika polisi telah menangkap tujuh pemuda terduga pelaku pemerkosaan dan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku.
"Kami masih lakukan pemeriksaan, serta mendalami peran masing-masing pelaku," kata Arsya singkat saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis, 8 Desember 2022.
