Kamis, 02 July 2026 14:00 UTC

Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang membakar sebuah rumah di Jalan Jagir Sidomukti IV, Kamis, 2 Juli 2026. Foto: Command Center.
JATIMNET.COM, Surabaya – Sebuah rumah permanen dua lantai di Jalan Jagir Sidomukti IV Nomor 33C, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, terbakar pada Kamis petang, 2 Juli 2026.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M. Rokhim mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.23 WIB dari pelapor bernama Afni.
"Satu menit kemudian, petugas angsung diberangkatkan menuju lokasi. Unit pertama tiba di tempat kejadian pada pukul 18.29 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman," katanya saat dikonfirmasi.
Sebanyak 16 unit diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Armada yang dikerahkan terdiri atas dua unit tempur Pos Sukolilo, satu unit tempur TIJ, satu unit tempur Pos Kalirungkut, dua unit tempur Rayon 3 Rungkut.
Kemudian, satu unit tempur Pos Grudo, satu unit tempur Pos TVRI, satu unit tempur Pos Jambangan, satu unit tempur Rayon 1 Pasar Turi, satu unit tempur Rayon 4 Wiyung, serta lima unit Tim Rescue.
Menurut Rokhim, api berhasil dikendalikan sehingga api pokok padam pada pukul 18.59 WIB. Selanjutnya petugas melakukan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa hingga lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 19.56 WIB.
Rumah milik Soekardi yang terbakar merupakan bangunan permanen dengan luas sekitar 6 x 9 meter di lantai satu dan 4 x 6 meter di lantai dua. Seluruh bagian bangunan tersebut terdampak kebakaran.
Rokhim menjelaskan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi sangat sempit.
"Petugas harus menjangkau lokasi dengan jarak sekitar 80 meter dari titik penempatan armada atau menggunakan empat roll selang. Akses menuju rumah hanya sekitar 80 sentimeter sehingga menyulitkan mobilisasi petugas," ujarnya.
Selain itu, banyaknya barang bekas dan botol bekas yang berada di dalam bangunan turut menjadi tantangan saat proses pemadaman berlangsung.
