Logo

Diduga Dianiaya Senior, Makam Taruna Politeknik Pelayaran Surabaya asal Mojokerto Dibongkar

Reporter:,Editor:

Selasa, 07 February 2023 08:20 UTC

Diduga Dianiaya Senior, Makam Taruna Politeknik Pelayaran Surabaya asal Mojokerto Dibongkar

Tim Forensik Polda Jatim yang terlihat melakukan pembongkaran terhadap makam taruna Politeknik Pelayaran Surabaya MR, 19 tahun meregang nyawa dengan kondisi luka dan lebam pada Minggu 5 Februari 2023

JATIMNET.COM, Mojokerto - Tim Forensik Polda Jatim terlihat melakukan pembongkaran terhadap makam taruna Politeknik Pelayaran Surabaya MR, 19 tahun meregang nyawa dengan kondisi luka dan lebam pada Minggu 5 Februari 2023. Diduga dianiaya seniornya di kampus.

Rombongan tiba sekitar pukul 10.50 WIB di makam umum Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Hasil visum luar korban saat di Polda Jatim ada indikasi penganiayaan.

Yakni, luka di bagian depan dagu, dua gigi depan rompal, hidung kanan gosong, kepala batok kanan-kiri gosong, dada kanan-kiri gosong, bibir bawah kanan-kiri sobek, pelipis kanan luka, dan bagian leher kiri gosong.

"Informasinya Tim Inafis Polrestabes Surabaya dengan Polda Jatim," ucap Muhammad Yani ayah korban yang sejak pagi sudah mempersiapkan pembongkaran makam anaknya.

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan di Depan Minimarket Alun-alun Mojokerto Diringkus

Hingga akhirnya, pada Selasa 7 Februari 2023 makam korban yang merupakan lulusan SMAN 2 Bangsal ini mulai dilakukan pembongkaran untuk memastikan penyebab kematiannya.

Yani menjelaskan, awalnya pihak keluarga hanya melakukan visum luar di Polda Jatim. Dan memutuskan untuk memakamkan jenasah. Namun, dirinya sebagai seorang ayah tak terima atas kondisi kematian anaknya tersebut.

Terlebih saat mendatangi jenasah korban pada Minggu 6 Ferbruari 2023 para pengasuh dan siswa senior di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji, Sukolilo, Surabaya menyatakan anaknya sebelum meninggal dunia terjatuh di kamar mandi kampus.

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan di Depan Minimarket Kota Mojokerto Teridentifikasi, Kini Diburu Polisi

Hingga akhirnya, memutuskan untuk meneruskan proses hukum agar mengetahui penyebab pasti anak tertuanya tersebut meregang nyawa. "Ditemuin empat orang, ada dua pengasuh, satu taruna senior, dan satunya tidak tahu siapa. Di RS ngomongnya terjatuh di kamar mandi. Ke Polda di visum luar, ada indikasi penganiayaan,"

Hingga pukul 11.34 WIB makam korban yang baru lima bulan mengenyam pendidikan di Politeknik Pelayaran Surabaya masih dilakukan pembongkaran dan otopsi.