Logo

Diduga dari Hasil Ngamen, Pengamen di Probolinggo Nyawer Biduan Dangdut Jadi Viral

Reporter:,Editor:

Selasa, 02 August 2022 05:40 UTC

Diduga dari Hasil Ngamen, Pengamen di Probolinggo Nyawer Biduan Dangdut Jadi Viral

Viral. Aksi pengamen saat menyawer biduan dangdut di Probolinggo. Foto : Repro Warganet.

JATIMNET.COM, Probolinggo - Beberapa hari terakhir ini, jejaring media sosial dihebohkan adanya pengamen berjoget sembari menyawer seorang biduan dangdut, di atas panggung musik.

Aksi tersebut dianggap tak wajar, lantaran warganet menilai hasil uang mengamen yang semestinya dibuat mencukupi kebutuhan hidup, malah dipakai untuk bersenang-senang bersama biduan dangdut.

Seperti yang dikatakan salah satu warganet, di akun tik-tok bernama @SD CHANEL, dimana dalam captionnya unggahan video singkatnya menyebut "NGEMIS DI PEREMPATAN KRAKSAAN HANYA UNTUK NYAWER".

Unggahan video singkat itupun, sontak viral dan mendapatkan banyak tanggapan dari berbagai warganet.

Baca Juga: Cuitan Kasi Pem Surabaya Soal Pelayanan Viral di Twitter, Ini Penjelasan Kelurahan Medokan Ayu

Setelah ditelusuri, pengamen viral tersebut diketahui berinisial AL (58), ternyata seorang warga Desa Alastengah, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Informasi dihimpun, bersangkutan biasanya kerap mangkal mengamen di perempatan traffic light Kebonagung, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, sempat terlihat pula di perempatan traffic light, Alun-alun Besuki, Situbondo.

Dikonfirmasi mengenai itu, Pejabat Fungsional Satpol PP Ahli Muda, Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo  menyebut, jika pengamen dimaksud sebenarnya telah berulang kali terjaring penertiban petugas.

Hanya saja, bersangkutan tidak jera dan memilih nekat kembali beroperasi di jalanan. "Sudah berulang kali kami tertibkan, tapi tetap saja balik lagi," katanya, Selasa 2 Agustus 2022.

Baca Juga: Viral, Oknum Ojek Kuda Wisata Bromo Diduga Palak Wisatawan

Karena kini viral, Budi mengaku, pihaknya memberikan atensi khusus terhadap pengamen tersebut. Atas perintah atasan, pihaknya bakal menertibkan secara tegas bersangkutan, apabila kedapatan mangkal kembali.

"Kita tengah pantau keberadaan, dimana sampai kemarin belum ada tanda-tanda kemunculannya. Hanya ada beberapa pengamen, bepeng, dan anak jalanan yang kami amankan," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Budi, pihaknya bakal terus melakukan pemantauan, dimana bila nanti diketemukan bakal dikoordinasikan dengan pihak dinas sosial.

"Pemantauan terus kami lakukan, di dua titik lampu merah yang biasa dia mangkal. Seperti di lampu merah Glora Merdeka Kraksaan dan lampu merah Kraksaan Wetan," ujar  Budi.