JATIMNET.COM, Ponorogo – Calon wakil presiden Sandiaga S. Uno saat berkunjung ke Ponorogo mendapat sambutan dari komunitas tukang becak yang biasa mangkal di Pasar Legi. Sandiaga pun menjadi “tukang pijat” dadakan dengan memijat punggung salah satu tukang becak yang memberinya dana sumbangan.

“Karena setiap hari mengayuh becak, badannya keras, luar biasa,” ucap Sandiaga di atas depan pendukungnya, Jumat 21 Desember 2018.

Para pengayuh becak ini sebelumnya menyatakan dukungan terhadap pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Mereka menyatakan siap menjadi motor penggerak bagi Prabowo-Sandi dan siap sedia menjadi garda terdepan guna merebut kemenangan.

BACA JUGA: Sandiaga: Tempe di Ponorogo Seperti Batu Bata

“Kami solidaritas abang becak Ponorogo bersedia memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi tahun 2019-2024,” Kata Sogol dengan semangat.

Selain memberikan dukungan melalui deklarasi, para abang becak ini juga menggalang dana sumbangan kepada pasangan capres dan cawapres normor urut dua ini.

Uang hasil sumbangan ini dimasukkan kedalam kardus kemudian diberikan kepada Sandiaga sewaktu menyapa simpatisan PKS di depan Rumah Makan Sate Lego di Jalan Ahmad Dahlan."Tolong Pak Sandi jangan melihat nilainya tapi lihat keikhlasannya, nilainya tidak seberapa Pak. Ini bentuk solidaritas kami para tukang becak," kata Sogol yang didapuk untuk menyerahkan sumbangan dana tersebut.

Menurutnya, munculnya ojek online sangat menyulitkan para pengayuh becak untuk mendapatkan penumpang. Bahkan sehari bisa mendapat satu atau dua penumpang sudah sangat disyukuri para pengayuh becak.

BACA JUGA: Warga Ponorogo Gelar Ritual Minta Hujan

Sementara itu Sandiaga Salahudin Uno sangat mengapresiasi semangat dan berterima kasih kepada para abang becak di Ponorogo karena telah mendukung dan memberi kepercayaan kepadanya untuk memimpin.

“Buat kami ini menjadi amanah kepercayaan dan akan kami tunaikan, berjuang bersama untuk rakyat Indonesia,” ujar sandi.

Sandi sangat terharu dengan ketulusan dan keikhlasan para abang becak dalam mendukungnya. Ia ingin menjadikan tukang becak tradisional ini bagian dari pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia berharap untuk bisa membuat becak yang lebih modern lagi agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Selain sebagai alat transportasi, tukang becak kayuh ini merupakan sebuah kearifan lokal, dan ini adalah sebuah budaya,” ujar Sandiaga.