Logo

DBD Merenggut Nyawa Lima Warga Bojonegoro

Reporter:

Jumat, 28 September 2018 03:10 UTC

DBD Merenggut Nyawa Lima Warga Bojonegoro

Ilustrasi nyamuk malaria. Ilustrator: Cheppy.

JATIMNET.COM, Bojonegoro – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merenggut nyawa lima warga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak Januari hingga September 2018. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro menyebutkan, hingga bulan ini sudah ada 247 warga yang menderita DBD.

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Wheny Dyah mengatakan, jumlah korban meninggal tahun 2018 menurun dibandingkan tahun lalu. Namun, dari sisi jumlah penderita, tahun ini meningkat sekitar 30 persen.

Sesuai data korban meninggal dunia akibat DBD, lokasinya di Desa Cendono, Kecamatan Padangan, Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Desa Sumberarum, Kecamatan Kasiman dan Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu.

“Empat korban meninggal akibat DBD semuanya anak-anak dengan usia 3 hingga 9 tahun. Satu korban lainnya berusia 38 tahun,” kata Wheny Dyah seperti dikutip Antara, Jumat 28 September 2018 .

Menurut dia, meningkatnya jumlah penderita DBD tidak terpengaruh musim hujan. Tapi sepanjang ada sarang nyamuk dan genangan air bersih bisa memunculkan nyamuk “aedes aegypti”.

“Bulan ini ada kecenderungan jumlah penderita DBD meningkat,” ucapnya.

Ia mengaku belum seluruh data jumlah penderita DBD pada September diterima, tapi data jumlah penderita DBD pada Juli tercatat 22 penderita DBD, kemudian Agustus naik menjadi 26 penderita DBD.

“Yang jelas pada September ada kecenderungan jumlah penderita DBD meningkat dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat waspada dan melakukan gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) plus yaitu abatisasi atau menaruh ikan di bak/kolam penampungan.

Pemberantasan sarang nyamuk, lanjut dia seyogyanya dilakukan sepekan sekali dengan secara terus menerus terutama dilakukan sebelum musim penularan terjadi.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa tidak memberantas sarang nyamuk termasuk jentik-jentik,” ujarnya.