Logo

Dashboard Mobil Bukan Tempat Menaruh Banyak Barang

Interior yang nyaman bukan soal banyak aksesori, tetapi memberi ruang bagi pengemudi untuk melihat dan berkendara dengan fokus.
Reporter:,Editor:

Minggu, 27 September 2026 08:00 UTC

Dashboard Mobil Bukan Tempat Menaruh Banyak Barang

Ilustrasi Dashboard Bukan Rak. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Dashboard mobil sering berubah fungsi tanpa disadari. Kacamata, parfum, uang receh, kotak tisu, kartu parkir, hingga hiasan kecil perlahan memenuhi area yang sebenarnya bukan rak penyimpanan.

Kebiasaan menaruh barang di dashboard terlihat praktis karena semuanya mudah dijangkau. Namun, semakin banyak benda di depan pengemudi, semakin penting mempertimbangkan pandangan, konsentrasi, serta lokasi airbag.

Persoalan ini relevan dengan besarnya penggunaan kendaraan di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik mencatat 20.444.507 mobil penumpang pada 2024. Setahun kemudian, tabel sementara BPS mencatat jumlahnya telah berada di kisaran 20,9 juta unit. 

 

Dashboard Mobil Sebaiknya Menjaga Pandangan Tetap Lapang

Fungsi utama area depan pengemudi bukan menampung barang. Dashboard menjadi bagian dari ruang visual yang digunakan untuk membaca instrumen sekaligus memantau situasi jalan.

Korlantas Polri memasukkan pengaturan posisi duduk dan spion sebagai bagian penting dari persiapan berkendara aman. Spion dalam, misalnya, perlu diarahkan agar pengemudi dapat melihat kendaraan melalui kaca belakang dengan baik. 

Karena itu, benda dekoratif yang terlalu tinggi atau lebar sebaiknya tidak ditempatkan pada area yang berpotensi mengganggu pandangan. Hal yang sama berlaku pada barang yang dapat bergeser ketika kendaraan bergerak.

Kebiasaan ini mudah terjadi karena dashboard terasa seperti permukaan kosong. Setelah satu benda diletakkan, barang lain cenderung ikut menyusul.

Padahal, ruang kosong di dalam mobil juga memiliki fungsi. Interior yang tidak terlalu penuh membuat informasi penting dari jalan dan panel kendaraan lebih mudah mendapatkan perhatian.

 

Barang Kecil Bisa Menambah Distraksi

Distraksi saat berkendara tidak terbatas pada smartphone. National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA memasukkan aktivitas seperti makan, minum, berbicara dengan penumpang, serta mengatur radio dan navigasi sebagai bentuk distraksi ketika perhatian teralihkan dari berkendara. 

Data terbaru NHTSA menunjukkan 3.208 orang meninggal dalam kecelakaan yang melibatkan pengemudi terdistraksi di Amerika Serikat pada 2024. Sekitar 8 persen kecelakaan fatal pada tahun tersebut melibatkan pengemudi terdistraksi. 

Angka Amerika Serikat tersebut tentu tidak dapat dianggap mewakili kondisi Indonesia. Namun, data itu memperlihatkan bahwa perhatian pengemudi merupakan bagian serius dari keselamatan lalu lintas.

Bayangkan ketika kacamata yang diletakkan di dashboard tiba-tiba bergeser saat mobil berbelok. Refleks mengambilnya ketika kendaraan masih berjalan justru dapat memindahkan tangan, mata, dan perhatian dari tugas utama.

Prinsip sederhananya, barang sebaiknya dirapikan sebelum kendaraan bergerak. Jika sesuatu jatuh ketika mobil berjalan, berhenti di tempat aman sebelum mengambilnya.

 

Area Airbag Bukan Tempat Menempel Aksesori

Alasan lain untuk tidak sembarangan memenuhi dashboard berkaitan dengan sistem keselamatan kendaraan. Lokasi airbag berbeda sesuai model, sehingga pemilik perlu memahami petunjuk pada mobil masing-masing.

NHTSA menjelaskan airbag depan dapat mengembang dalam waktu kurang dari 1/20 detik ketika sistem mendeteksi benturan yang memenuhi kondisi aktivasi. Kecepatan tersebut diperlukan agar airbag dapat membantu melindungi penumpang dalam waktu sangat singkat. 

Karena prosesnya begitu cepat, area airbag tidak boleh diperlakukan seperti permukaan dekorasi biasa. Dokumen keselamatan kendaraan yang tersedia melalui NHTSA memperingatkan agar benda tidak diletakkan di atas atau dekat airbag pada panel instrumen karena dapat menimbulkan bahaya ketika airbag mengembang. 

Ini menjadi alasan kuat untuk tidak menempelkan aksesori sembarangan pada bagian dashboard yang ditandai sebagai lokasi airbag.

Tidak perlu menebak-nebak posisi komponen tersebut. Periksa tulisan SRS AIRBAG dan buku manual kendaraan karena konfigurasi setiap mobil dapat berbeda.

 

Pindahkan Barang ke Kompartemen yang Tepat

Mengurangi barang di dashboard bukan berarti semua perlengkapan harus dikeluarkan dari mobil. Beberapa benda memang dibutuhkan dalam perjalanan.

Kacamata dapat disimpan dalam tempat khusus. Uang elektronik atau kartu parkir bisa ditempatkan pada kompartemen tertutup yang mudah dijangkau ketika kendaraan berhenti.

Tisu dapat dipindahkan ke lokasi yang tidak mengganggu pandangan maupun komponen keselamatan. Barang yang jarang digunakan lebih baik masuk glove box atau tempat penyimpanan lain sesuai desain kendaraan.

Untuk aksesori elektronik, penempatannya juga perlu dipikirkan. Dashcam, misalnya, memiliki fungsi berbeda dari ornamen biasa.

Pada Juni 2026, Korlantas Polri bahkan mengimbau penggunaan dashcam pada kendaraan roda empat atau lebih. Rekamannya dinilai dapat membantu memberikan gambaran objektif ketika terjadi kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas. 

Namun, pemasangan perangkat tetap perlu mempertimbangkan posisi yang tidak mengganggu pandangan pengemudi dan mengikuti petunjuk produk serta kendaraan.

 

Terapkan Pemeriksaan Singkat Sebelum Jalan

Kabin yang rapi tidak harus minimalis ekstrem. Pemilik mobil cukup memastikan setiap benda mempunyai alasan dan tempat yang tepat.

Sebelum menyalakan kendaraan, luangkan beberapa detik untuk melihat area dashboard. Singkirkan barang yang mudah bergeser, menghalangi pandangan, atau berada pada lokasi airbag.

Lakukan pemeriksaan serupa setelah membersihkan interior atau menambahkan aksesori baru. Hiasan yang terlihat kecil ketika mobil berhenti belum tentu terasa sama ketika pengemudi harus memusatkan perhatian ke jalan.

Jangan lupa memperhatikan panel instrumen. Korlantas Polri pernah menyoroti kasus kecelakaan Tol Cipularang ketika hasil investigasi menemukan pengemudi truk mengabaikan indikator peringatan terkait tekanan udara pada sistem rem. Kasus tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan informasi yang diberikan kendaraan kepada pengemudi. 

Tentu setiap mobil memiliki teknologi dan indikator berbeda. Namun, prinsip dasarnya sama: area di depan pengemudi sebaiknya membantu proses berkendara, bukan menambah keramaian visual.

Dashboard mobil yang lapang mungkin terlihat seperti perubahan kecil. Dalam rutinitas sehari-hari, kebiasaan tersebut membantu membuat kabin lebih teratur sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan tetap menjadi fungsi utama interior kendaraan.