Logo

Dari Dapur Banane Cake dan Bolen, Mengebul Rezeki bagi Para Ibu di Gedeg Mojokerto

Reporter:,Editor:

Sabtu, 21 February 2026 13:12 UTC

Dari Dapur Banane Cake dan Bolen, Mengebul Rezeki bagi Para Ibu di Gedeg Mojokerto

Chelsea (kiri) putri pertama pasangan Baeto Putut Nugroho (41) dan Linda Purmaning Ayu (41) saat menunjukkan kemasan bolen pisang keju cokelat seharga Rp 20.000.Foto: Karina

JATIMNET.COM, Mojokerto –Aroma mentega dan pisang matang tercium kuat dari sebuah dapur sederhana di Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Hampir setiap pagi, wangi khas bolu dan bolen pisang itu menyebar hingga ke rumah-rumah tetangga.

Dapur tersebut menjadi pusat produksi usaha rumahan Breadshop Bento Balaknem.81 yang dijalankan pasangan suami istri Baeto Putut Nugroho (41) dan Linda.

"Bento adalah nama panggilan saya," ujar ayah tiga anak itu saat ditemui Jatimnet.com, Jumat, 20 Februari 2026.

Usaha kuliner ini mulai dirintis Linda sejak 2016 dengan memproduksi banana cake atau bolu pisang dari rumah. Berbekal oven sederhana dan resep andalan, ia memasarkan produknya secara sederhana dari mulut ke mulut.

BACA: Dapur Banana Cake dan Bolen di Gedeg Mojokerto, Sumber Rezeki Para Ibu

Tanpa etalase mewah dan strategi promosi besar-besaran, kualitas rasa dan ketekunan menjadi modal utama. Dari bolu pisang itulah fondasi usaha keluarga ini dibangun.

Perjalanan usaha tidak selalu mulus. Mereka menghadapi persaingan dan fluktuasi harga bahan baku. Namun semangat keduanya tetap terjaga.

Pada 2025, Bento yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan pabrik memutuskan ikut terjun penuh membantu usaha tersebut.

"Yah saya nekat karena himpitan ekonomi. Awalnya istri bikin banana cake itu tahun 2016. Terus saya ada ide, bolen lagi tren 2025 dan coba dibuat oleh istri," ungkapnya.

Sejak saat itu, pasangan ini mencoba peruntungan baru dengan memproduksi bolen pisang ambon. Pilihan tersebut dinilai tepat karena pisang ambon yang legit dan harum berpadu dengan lapisan pastry renyah, sehingga cepat menarik minat pelanggan.

Keputusan itu menjadi titik balik. Produksi meningkat dan pesanan terus berdatangan hingga dapur kecil mereka tak lagi cukup dikerjakan berdua.

Kini, Breadshop Bento Balaknem.81 tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi 10 ibu rumah tangga di lingkungan sekitar.

Di sela aktivitas domestik, para ibu membantu proses produksi, mulai dari menguleni adonan, membungkus bolen, hingga menata pesanan.

"Iya kami merangkul ibu-ibu yang ada di sini untuk produksi dan packaging. Kami ingin berbagi rezeki bersama," imbuh Bento.

Bagi Bento dan Linda, usaha ini bukan sekadar mencari keuntungan. Mereka ingin membangun usaha yang tumbuh bersama lingkungan.

Dari Gedeg, Mojokerto, pasangan ini membuktikan bahwa dapur rumah bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi keluarga. Saat ini, omzet usaha mereka telah mencapai jutaan rupiah per hari.

Produk bolen pisang ambon mereka bahkan telah merambah sejumlah kota, seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Jombang. Di balik setiap kemasan yang dikirim, tersimpan kisah perjuangan dan keberanian memulai dari usaha kecil.