Logo

CKG Gresik Baru 35,1 Persen, Dinkes Kejar Target Nasional 46 Persen

Skrining Diperluas Berbasis Komunitas
Reporter:,Editor:

Minggu, 13 September 2026 09:46 UTC

CKG Gresik Baru 35,1 Persen, Dinkes Kejar Target Nasional 46 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah (baju warna jingga) saat menghadiri pelaksanaan CKG serentak kerja sama dengan LDII se Jatim. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hingga September 2026 baru mencapai 35,1 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik masih mengejar target nasional sebesar 46 persen hingga akhir tahun.

Kepala Dinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan cakupan CKG. Salah satu strategi yang dilakukan yakni memperluas layanan dengan pendekatan berbasis komunitas.

Menurut Khusnah, pelaksanaan CKG tidak hanya mengandalkan puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dinkes Gresik juga menggandeng organisasi kemasyarakatan untuk mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.

“Cakupannya 35,1 persen. Semoga sampai Desember bisa 46 persen sesuai target nasional,” katanya saat menghadiri kegiatan CKG bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Gresik, Minggu, 13 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, CKG menyasar 700 warga. Sebanyak 350 orang menjalani pemeriksaan di Kantor LDII Gresik, sedangkan 350 warga lainnya mengikuti pemeriksaan di Pondok Pesantren Menganti.

Khusnah menilai pendekatan berbasis komunitas cukup efektif untuk memperluas jangkauan program. Layanan kesehatan yang hadir lebih dekat dengan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk memeriksakan kondisi kesehatan sejak dini.

“Kita ketahui bersama penyakit metabolik meliputi hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal banyak ditemukan dari skrining ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, CKG tidak hanya berfungsi sebagai layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Program tersebut juga menjadi pintu masuk untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat lebih awal sehingga faktor risiko penyakit dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

“Selain melakukan skrining awal melalui CKG, masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, beraktivitas fisik setiap hari, berpikir positif, hingga tidak merokok,” tukasnya.