CEO Tesla Elon Musk Disidang Pekan Depan

Nani Mashita

Rabu, 27 Maret 2019 - 11:13

JATIMNET.COM, Surabaya – CEO Tesla, Elon Musk akan menghadapi persidangan melawan Komisi Sekuritas dan Bursa AS dalam sidang di Manhattan, Kamis 4 April 2019 pekan depan.

Persidangan ini terkait dengan pelanggaran penggunaan Twitter yang dapat memengaruhi saham Tesla, tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pejabat perusahaan.

Sidang kasus SEC vs Musk dilaksanakan di Pengadilan Distrik A.S., Distrik Selatan New York dengan kasus No. 18-08865. Hakim Distrik A. Alison Nathan menjadwalkan argumen lisan tentang mosi SEC pada 4 April 2019 sekitar pukul 14.00 waktu setempat, setelah kedua belah pihak mengatakan mereka melihat tidak perlu untuk pemeriksaan pembuktian, seperti dilansir reuters.com, Rabu 27 Maret 2019.

BACA JUGA: Elon Musk Kesandung Masalah Hukum Gara-gara Cuitan di Twitter

John Hueston, pengacara Musk, tidak segera menanggapi permintaan komentar soal jadwal persidangan ini. Begitu pula SEC tidak segera menanggapi permintaan serupa.

Pakar hukum mengatakan bila tweet tersebut dianggap terbukti melanggar kesepakatan maka bisa membuat Musk terkena denda yang lebih tinggi, pembatasan lebih lanjut, atau bahkan dikeluarkan dari dewan Tesla atau sebagai kepala eksekutif. Saham Tesla ditutup pada hari Selasa naik USD 7,35, atau 2,8 persen, pada USD 267,77 di Nasdaq.

Belum bisa dipastikan apakah Musk akan ditahan karena cuitannya yang mengumumkan kepada 24 juta pengikutnya di Twitter bahwa Tesla akan membuat 500.000 kendaraan di tahun 2019.

Menurut SEC, cuitan Musk telah melanggar penyelesaian penipuan Oktober 2018-nya dengan regulator karena tweet itu tidak mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Tesla.

BACA JUGA: Roket Milik Elon Musk Luncurkan Satelit Indonesia

Pengacara Musk saat itu mengatakan bahwa tweet itu tidak material, dan hanya menyatakan kembali target untuk perusahaan mobil listriknya yang berbasis di Palo Alto, California yang telah ia diskusikan secara terbuka pada Januari.

Musk men-tweet pada 7 Agustus 2018 yang berisi pernyataan bahwa ia telah mengamankan pendanaan untuk memprivatisasi perusahaan dengan harga USD 420 per saham, yang menyebabkan lonjakan singkat dalam harga saham Tesla.

SEC mengatakan pernyataan Musk di Twitter adalah "salah dan menyesatkan" dan bahwa dia tidak pernah mendiskusikan rencana dengan pejabat perusahaan atau penyandang dana potensial. Musk didenda USD 20 juta dan dipaksa turun sebagai CEO Tesla.

Baca Juga

loading...