Minggu, 03 May 2026 13:40 UTC

Lokasi tempat Hasan, kuli bangunan asal Madura, dibacok gara-gara diduga punya hubungan khusus dengan istri pelaku. Foto: Khaesar
JATIMNET.COM, Surabaya – Berhati-hatilah dengan istri orang. Sebab, jika kita punya hubungan terlarang dengannya, nyawa bisa melayang.
Nasehat itu kiranya bisa jadi gambaran atas kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Jalan Wonokusumo, Surabaya pada 29 April 2026 lalu.
Setelah menyelidiki beberapa hari, polisi akhirnya menangkap HK, pria yang diduga kuat sebagai otak perencanaan sekaligus eksekutor dalam pembunuhan terhadap Hasan (37), seorang kuli bangunan asal Madura.
Kepada polisi, HK (44) mengaku nekat merencanakan aksi pembunuhan setelah menemukan foto korban bersama istrinya di ponsel. Ia menduga, istrinya punya hubungan khusus dengan korban.
“Saat itu tersangka hendak membuka aplikasi TikTok, namun justru menemukan foto istrinya bersama seorang pria di beranda ponsel. Dari situlah muncul rasa cemburu yang kemudian memicu niat untuk mencari tahu identitas korban,” ujar Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Kasi Humas Iptu Suroto, saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Mei 2026.
BACA: Kejari Jember Naikkan Dugaan Korupsi Bank Jatim Capem Kalisat ke Tahap Penyidikan
Setelah mengetahui identitas korban, pelaku melacak lokasi tempat tinggal Hasan dan mulai memantau aktivitas sehari-harinya.
Polisi menyebut tersangka telah menyiapkan celurit dan secara aktif merancang serangan terhadap korban.
“Tersangka saat itu sudah membawa senjata tajam jenis celurit dan mencari tahu keseharian korban,” katanya.
Pada hari kejadian, tersangka bersama tiga rekannya mendatangi lokasi dan langsung melakukan pembacokan brutal hingga korban meninggal dunia.
BACA: Pria Bunuh Kuli Bangunan di Surabaya Tertangkap, Ini Motifnya
Kasus ini kemudian berkembang menjadi perhatian luas setelah polisi berhasil menangkap HK.
Selain motif asmara yang memicu pembunuhan, aparat kini juga mendalami keterlibatan tiga rekan pelaku yang turut membantu aksi tersebut.
Tersangka utama kini telah diamankan, sementara polisi masih memburu para pelaku lain yang berstatus DPO.
Penangkapan HK menjadi langkah penting dalam pengungkapan kasus kriminal yang sempat menghebohkan warga Surabaya tersebut.
