Logo

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tetap Aman

Dingin saja belum cukup, cara menata makanan ikut menentukan keamanan isi kulkas.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 19 September 2026 01:30 UTC

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tetap Aman

Ilustrasi: Kulkas Lebih Tertata. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Kulkas rumah tangga membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan mempertahankan kualitas bahan pangan. Namun, cara menyimpan makanan di kulkas tetap menentukan apakah bahan tersebut aman dikonsumsi beberapa hari kemudian.

Masalahnya, kulkas sering diperlakukan seperti lemari biasa. Belanjaan masuk ke ruang yang tersedia, makanan mentah berdampingan dengan makanan matang, sementara sisa masakan terselip hingga terlupakan.

Kebiasaan tersebut terlihat sepele, tetapi keamanan pangan bukan persoalan kecil. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan sekitar 600 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun akibat makanan terkontaminasi. Sekitar 420 ribu kematian juga berkaitan dengan masalah tersebut. 

 

Suhu Kulkas Menjadi Pertahanan Pertama

Kulkas tidak otomatis aman hanya karena bagian dalamnya terasa dingin. Suhu penyimpanan tetap menjadi faktor penting untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat merekomendasikan suhu kulkas maksimal 4 derajat Celsius. Sementara itu, freezer sebaiknya berada pada sekitar minus 18 derajat Celsius. 

Termometer khusus kulkas bisa membantu memastikan suhu aktual, terutama pada perangkat yang tidak menampilkan temperatur secara digital. Pengecekan sesekali juga berguna karena suhu dapat berubah akibat pintu terlalu sering dibuka.

Ada alasan mengapa pengaturan ini penting. USDA menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang sangat cepat pada rentang sekitar 4,4 hingga 60 derajat Celsius. Dalam kondisi tertentu, sebagian bakteri bahkan dapat berlipat jumlah dalam waktu sekitar 20 menit. 

Kulkas yang terlalu penuh juga bukan pilihan ideal. FDA menyarankan ruang penyimpanan tidak dijejali berlebihan karena udara dingin membutuhkan ruang untuk bersirkulasi. 

 

Makanan Mentah dan Matang Perlu Dipisahkan

Cara menyimpan makanan di kulkas juga berkaitan dengan posisi setiap bahan. Daging, ayam, dan makanan laut mentah sebaiknya tidak diletakkan sembarangan di antara makanan siap santap.

USDA menyarankan bahan mentah tersebut disimpan dalam wadah tertutup atau dibungkus dengan baik. Tujuannya mencegah cairan mentah mengenai bahan pangan lain dan menimbulkan kontaminasi silang. 

Dalam praktik rumah tangga, bahan mentah dapat ditempatkan pada bagian bawah dalam wadah yang tidak bocor. Makanan matang dan produk siap makan sebaiknya berada terpisah sehingga tidak terkena tetesan bahan mentah.

Sayur dan buah dapat memanfaatkan laci khusus jika tersedia. Beberapa kulkas menyediakan pengaturan kelembapan karena kebutuhan penyimpanan sayuran dan buah tidak selalu sama.

Kebiasaan sederhana ini membuat isi kulkas lebih mudah dipantau. Kita juga tidak perlu membongkar banyak barang hanya untuk mencari satu bahan yang ternyata tersembunyi di belakang.

 

Sisa Masakan Tidak Bisa Disimpan Selamanya

Memasukkan makanan ke kulkas sering memberikan rasa aman berlebihan. Padahal, pendinginan tidak membuat makanan matang bertahan tanpa batas.

USDA merekomendasikan sebagian besar sisa makanan matang dikonsumsi dalam waktu sekitar tiga sampai empat hari ketika disimpan di kulkas. Daging unggas dan daging giling mentah umumnya memiliki masa simpan lebih singkat, sekitar satu sampai dua hari. 

Sisa makanan juga tidak perlu dibiarkan berjam-jam sampai benar-benar dingin sebelum masuk kulkas. USDA menyebut makanan panas dapat langsung didinginkan, sementara makanan dalam jumlah besar sebaiknya dibagi ke wadah lebih kecil dan dangkal agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat. 

Aturan waktunya juga perlu diperhatikan. FDA merekomendasikan makanan mudah rusak masuk kulkas atau freezer maksimal dua jam setelah dimasak atau dibeli. Ketika suhu lingkungan melampaui 32 derajat Celsius, batas tersebut menyusut menjadi satu jam. 

Kebiasaan menuliskan tanggal penyimpanan pada wadah dapat membantu. Cara sederhana ini mencegah seseorang mengandalkan ingatan ketika menemukan lauk yang sudah beberapa hari berada di bagian belakang kulkas.

 

Kulkas Penuh Bukan Berarti Persediaan Lebih Baik

Keinginan menyimpan banyak stok kadang membuat kulkas terlalu sesak. Padahal, isi yang tertata lebih mudah digunakan dibandingkan persediaan besar yang akhirnya terlupakan.

Mulailah dengan melihat isi kulkas sebelum berbelanja. Bahan dengan masa simpan lebih pendek dapat ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat agar digunakan lebih dahulu.

Wadah transparan juga memudahkan penghuni rumah mengetahui apa yang tersedia tanpa terus membuka tutup penyimpanan. Makanan yang sudah dibuka sebaiknya tetap ditutup rapat untuk menjaga kelembapan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi.

FDA turut menyarankan tumpahan di dalam kulkas segera dibersihkan. Selain menjaga kebersihan, tindakan tersebut membantu mengurangi risiko kontaminasi silang, terutama jika cairan berasal dari bahan mentah. 

Ada satu hal lain yang kerap mengecoh. Makanan berbahaya tidak selalu memiliki aroma menyengat atau penampilan mencurigakan. USDA menjelaskan bakteri patogen tidak selalu mengubah rasa, bau, maupun tampilan makanan. 

Karena itu, mencium makanan bukan satu-satunya cara menentukan keamanannya. Lama penyimpanan, suhu, kondisi wadah, dan riwayat makanan tersebut tetap perlu dipertimbangkan.

Pada akhirnya, cara menyimpan makanan di kulkas bukan tentang membuat rak terlihat estetik. Tujuan utamanya lebih sederhana: menjaga bahan pangan pada suhu tepat, memisahkan makanan mentah dan matang, serta memastikan makanan dikonsumsi sebelum terlalu lama tersimpan.

Kulkas yang tertata juga membantu rumah tangga mengetahui persediaan yang masih tersedia. Rutinitas kecil seperti mengecek suhu, memberi tanggal pada wadah, dan membersihkan tumpahan dapat membuat dapur lebih aman sekaligus lebih terorganisasi.